Dolar AS Kian Tersisih, Transaksi Rp86 Triliun Kini Dibayar Pakai Mata Uang Lokal

Sabtu, 29 November 2025 - 22:00 WIB
loading...
Dolar AS Kian Tersisih,...
Perdagangan internasional semakin bergeser dari dominasi dolar Amerika Serikat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Perdagangan internasional semakin bergeser dari dominasi dolar Amerika Serikat (AS). Rusia dan Kirgizstan menjadi contoh paling nyata setelah mencatat nilai perdagangan lebih dari USD5,4 miliar atau sekitar Rp86 triliun sepanjang 2024–2025, dengan sebagian besar transaksi kini dibayar menggunakan mata uang lokal. Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola perdagangan kawasan seiring semakin banyak negara yang mengurangi ketergantungan pada dolar.

Pergerakan tersebut dipertegas dengan beragam mekanisme baru yang diterapkan kedua negara, sehingga rubel dan som menjadi instrumen utama dalam transaksi lintas batas. Pergeseran ini dinilai strategis di tengah situasi geopolitik dan sanksi ekonomi yang menekan Rusia untuk mencari jalur perdagangan alternatif. "Kami sedang mengupayakan berbagai opsi baru untuk penyelesaian bersama," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: Indonesia dan 6 Negara Mitra Transaksi Tanpa Dolar AS, Nilainya Tembus Rp336 Triliun

Putin menegaskan bahwa 97% perdagangan Rusia–Kirgizstan kini dilakukan dengan mata uang masing-masing. Ia menekankan bahwa penggunaan dolar AS semakin terpinggirkan seiring komitmen kedua negara memperluas kerja sama dalam mata uang lokal.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Rekomendasi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved