Bangun Pabrik Microprotein, Perusahaan Malaysia Siapkan Investasi Rp10 Triliun
Minggu, 30 November 2025 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Microprotein Ultimeat diproduksi melalui fermentasi tujuh hari dan dapat digunakan sebagai pengganti daging dan susu dalam menu MBG. Microprotein tersebut mengandung sekitar 26% protein per 100 gram serta serat hasil fermentasi, dan menurut hasil uji coba rasa di forum, produk yang disajikan dalam bentuk nugget dan patty dinilai peserta memiliki karakter yang sangat mendekati daging ayam dan daging sapi.
Teksturnya yang lentur membuatnya mudah dibentuk menjadi berbagai menu, dan Epi menegaskan bahwa penerimaan rasa oleh anak-anak menjadi faktor penting dalam menentukan sumber protein untuk MBG.
Ultimeat merencanakan pembangunan dua pabrik besar di Lampung dan Malang, masing-masing bernilai USD300 juta atau sekitar Rp4,9 triliun. Jika dua pabrik berjalan, total investasi mencapai sekitar Rp10 triliun. Setiap pabrik membutuhkan suplai dua juta ton singkong dan satu juta ton gula per tahun.
Edwin menyatakan bahwa untuk tahap awal, Ultimeat hanya memerlukan serapan sekitar 15.000 ton microprotein per tahun agar investasi mulai berjalan. Ia menambahkan bahwa kebutuhan serapan untuk operasi penuh berada di kisaran 120.000–180.000 ton per tahun.
Microprotein Ultimeat dijual di kisaran USD3,5 per kilogram atau sekitar Rp56.000, jauh lebih murah dibanding harga rata-rata ayam (Rp40.000–60.000/kg), daging kambing (Rp120.000–140.000/kg), dan daging sapi (Rp130.000–160.000/kg).
Edwin menjelaskan bahwa harga microprotein relatif stabil karena berbasis fermentasi dan tidak bergantung pada fluktuasi pakan, cuaca, atau siklus panen ternak. “Harga ayam dan sapi naik-turun, tapi microprotein sifatnya konsisten dan bisa diproduksi dalam tujuh hari,” ujarnya.
Lihat Juga :