Neraca Dagang Surplus 66 Bulan Beruntun, Capai USD2,39 Miliar di Oktober
Senin, 01 Desember 2025 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
"Surplus sepanjang Januari hingga Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar USD51,51 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,63 miliar," ungkap Pudji.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD14,93 miliar, India USD11,29 miliar dan Filipina USD7,18 milliar. Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD16,32 miliar, Australia -USD4,58 miliar dan Singapura -USD4,17 miliar.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD17,40 miliar, India USD11,37 miliar dan Filipina USD7,09 miliar. Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD17,74 miliar, Australia -USD3,91 miliar dan Brazil -USD1,48 miliar.
Baca Juga: BPS Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD14,93 miliar, India USD11,29 miliar dan Filipina USD7,18 milliar. Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD16,32 miliar, Australia -USD4,58 miliar dan Singapura -USD4,17 miliar.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD17,40 miliar, India USD11,37 miliar dan Filipina USD7,09 miliar. Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD17,74 miliar, Australia -USD3,91 miliar dan Brazil -USD1,48 miliar.
(nng)
Lihat Juga :