Babak Baru Kerja Sama BPS–ABS, Sinergi untuk Statistik Modern dan Terpercaya
Selasa, 02 Desember 2025 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Melalui pembaruan MoU ini, BPS menyampaikan bahwa BPS perlu responsif atas kebutuhan pengguna data, terus beradaptasi dengan dinamika global serta memperkuat kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas data statistik di Indonesia.
"Hari ini, kita sepakat untuk membawa kerja sama ini ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi juga membangun persahabatan. Dengan hubungan yang lebih baik, kita membangun kepercayaan dan saling menghormati, sehingga kedua pihak dapat tumbuh bersama dan saling mendukung untuk mencapai visi menjadi NSO berkelas dunia di masa depan," ujar Amalia.
Baca Juga: Surplus Perdagangan Indonesia Terus Naik, Sinyal Ketahanan Ekonomi Kuat Jelang Akhir 2025
Dalam kesempatan ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Rachmat Pambudy hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan nilai strategis dari kerjasama BPS dan ABS. Rachmat Pambudy menyampaikan, "Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan perwujudan dari kunjungan kenegaraan Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Australia baru-baru ini, serta pertemuan beliau dengan Perdana Menteri Anthony Albanese, di mana kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dalam konteks ini, kerja sama yang lebih erat antara BPS dan ABS tentunya sangat strategis serta relevan."
Rachmat Pambudy menjelaskan Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan kualitas data statistik, serta selalu merujuk pada indikator-indikator utama yang dihasilkan oleh BPS, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, statistik perumahan, dan masih banyak lagi. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Australia's acting Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten kota se-Provinsi Bali.
"Hari ini, kita sepakat untuk membawa kerja sama ini ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi juga membangun persahabatan. Dengan hubungan yang lebih baik, kita membangun kepercayaan dan saling menghormati, sehingga kedua pihak dapat tumbuh bersama dan saling mendukung untuk mencapai visi menjadi NSO berkelas dunia di masa depan," ujar Amalia.
Baca Juga: Surplus Perdagangan Indonesia Terus Naik, Sinyal Ketahanan Ekonomi Kuat Jelang Akhir 2025
Dalam kesempatan ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Rachmat Pambudy hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan nilai strategis dari kerjasama BPS dan ABS. Rachmat Pambudy menyampaikan, "Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan perwujudan dari kunjungan kenegaraan Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Australia baru-baru ini, serta pertemuan beliau dengan Perdana Menteri Anthony Albanese, di mana kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dalam konteks ini, kerja sama yang lebih erat antara BPS dan ABS tentunya sangat strategis serta relevan."
Rachmat Pambudy menjelaskan Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan kualitas data statistik, serta selalu merujuk pada indikator-indikator utama yang dihasilkan oleh BPS, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, statistik perumahan, dan masih banyak lagi. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Australia's acting Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten kota se-Provinsi Bali.
(nng)
Lihat Juga :