Hashim Tegaskan Tak Ada Phase Out dari Energi Fosil: Listrik Indonesia Tetap Pakai Batu Bara
Selasa, 02 Desember 2025 - 21:10 WIB
loading...
Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, Pemerintah tidak akan phase out dari energi fosil. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, Pemerintah tidak akan phase out dari energi fosil . Ia pun menyatakan, energi listrik Indonesia tetap akan memakai energi fosil, seperti batu bara dan gas alam.
Hal itu disampaikan Hashim, saat berpidato di acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia, di The Park Hyatt Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). Mulanya, Hasim mengingatkan, sikap Pemerintah Indonesia dalam COP 30 Brazil.
"Saya bawa pesan tindak lanjut dari komitmen pemerintah kita untuk mendukung inisiatif prakarsa dari Presiden Brazil beberapa bulan lalu, yaitu suatu dana khusus untuk memelihara, memulihkan kembali, merestorasi, dan merawat hutan-hutan tropis yang dalam keadaan kritis, yaitu namanya Tropical Forest Forever Fund (TFFF)," ujar Hashim.
Baca Juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM: Indonesia Harus Bisa Beralih dari Energi Fosil ke EBT
Dalam forum itu, kata Hashim, Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto turut berpartisipasi TFFF dalam bentuk dana senilai USD1 miliar. Meski demikian Ia menyatakan, Pemerintah tak akan phase out dari energi fosil.
"Yang penting waktu itu ada ketegasan dari pemerintah kita bahwa tidak ada phase out dari fossil fuels kita. Pemakaian ekonomi Indonesia, terutama industri dan energi listrik Indonesia, tetap akan memakai fossil fuels, yaitu batu bara, gas alam, dan lain-lain," terang Hashim.
Baca Juga: Kian Menipis, Cadangan Energi Fosil RI Diramal Habis Sebelum 2045
Meski begitu, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim ini berkata, Pemerintah Indonesia punya komitmen untuk mewujudkan 75% daya listrik menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
"Komitmen pemerintah kita dalam 15 tahun ke depan, bahwa 75% dari daya listrik yang akan dibangun di Indonesia itu berasal dari energi baru dan terbarukan. Itu komitmen Indonesia. Tidak ada phase out, tidak ada nanti penghapusan, melainkan kita phase down," tegas Hashim.
Hal itu disampaikan Hashim, saat berpidato di acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia, di The Park Hyatt Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). Mulanya, Hasim mengingatkan, sikap Pemerintah Indonesia dalam COP 30 Brazil.
"Saya bawa pesan tindak lanjut dari komitmen pemerintah kita untuk mendukung inisiatif prakarsa dari Presiden Brazil beberapa bulan lalu, yaitu suatu dana khusus untuk memelihara, memulihkan kembali, merestorasi, dan merawat hutan-hutan tropis yang dalam keadaan kritis, yaitu namanya Tropical Forest Forever Fund (TFFF)," ujar Hashim.
Baca Juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM: Indonesia Harus Bisa Beralih dari Energi Fosil ke EBT
Dalam forum itu, kata Hashim, Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto turut berpartisipasi TFFF dalam bentuk dana senilai USD1 miliar. Meski demikian Ia menyatakan, Pemerintah tak akan phase out dari energi fosil.
"Yang penting waktu itu ada ketegasan dari pemerintah kita bahwa tidak ada phase out dari fossil fuels kita. Pemakaian ekonomi Indonesia, terutama industri dan energi listrik Indonesia, tetap akan memakai fossil fuels, yaitu batu bara, gas alam, dan lain-lain," terang Hashim.
Baca Juga: Kian Menipis, Cadangan Energi Fosil RI Diramal Habis Sebelum 2045
Meski begitu, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim ini berkata, Pemerintah Indonesia punya komitmen untuk mewujudkan 75% daya listrik menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
"Komitmen pemerintah kita dalam 15 tahun ke depan, bahwa 75% dari daya listrik yang akan dibangun di Indonesia itu berasal dari energi baru dan terbarukan. Itu komitmen Indonesia. Tidak ada phase out, tidak ada nanti penghapusan, melainkan kita phase down," tegas Hashim.
(akr)
Lihat Juga :