Tenaga Ahli Menteri ESDM: Indonesia Harus Bisa Beralih dari Energi Fosil ke EBT
Selasa, 28 Januari 2025 - 23:31 WIB
loading...
Tenaga Ahli Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha, menyatakan optimistis Indonesia mampu mencapai transisi energi yang berkelanjutan dan memenuhi target emisi karbon yang ditetapkan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha, menyatakan optimistis Indonesia mampu mencapai transisi energi yang berkelanjutan dan memenuhi target emisi karbon yang ditetapkan. Namun menurut Hangga, proses transisi ini akan dilakukan berdasarkan batas kemampuan nasional dan merujuk pada standar yang diterapkan negara-negara maju.
“Transisi energi harus bertahap. Kita akan beralih ke energi baru terbarukan (EBT) , tetapi hingga saat ini batu bara masih menjadi sumber energi yang kompetitif dan murah. Maka untuk supaya kita konsisten dengan penurunan emisi karbon di PLTU batu bara, maka perlu dilakukan Co-Firing dengan biomassa dan ke depan dengan teknologi CCS dan CCUS,” kata Hangga kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Selasa (28/1/2025).
Baca Juga: Rekomendasi untuk Memastikan Transisi Energi Terbarukan Inklusif dan Adil
Terkait tugasnya sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM, Hangga menyatakan amanah tersebut dalam kapasitas membantu Menteri dan Wakil Menteri dalam menjalankan tugas-tugasnya yang selaras dengan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden RI yaitu Asta Cita 2 dan 5 tentang swasembada energi dan hilirisasi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan mengembangkan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," kata Tenaga Ahli dalam bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi ini.
"Dari sekarang hingga 2040, lebih dari 100 GW kapasitas energi akan dibangun dimana 75% akan berasal dari energi terbarukan, 5 GW dari nuklir, dan 20 GW dari gas," imbuh mantan Analis Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi di SKK Migas.
“Transisi energi harus bertahap. Kita akan beralih ke energi baru terbarukan (EBT) , tetapi hingga saat ini batu bara masih menjadi sumber energi yang kompetitif dan murah. Maka untuk supaya kita konsisten dengan penurunan emisi karbon di PLTU batu bara, maka perlu dilakukan Co-Firing dengan biomassa dan ke depan dengan teknologi CCS dan CCUS,” kata Hangga kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Selasa (28/1/2025).
Baca Juga: Rekomendasi untuk Memastikan Transisi Energi Terbarukan Inklusif dan Adil
Terkait tugasnya sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM, Hangga menyatakan amanah tersebut dalam kapasitas membantu Menteri dan Wakil Menteri dalam menjalankan tugas-tugasnya yang selaras dengan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden RI yaitu Asta Cita 2 dan 5 tentang swasembada energi dan hilirisasi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan mengembangkan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," kata Tenaga Ahli dalam bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi ini.
"Dari sekarang hingga 2040, lebih dari 100 GW kapasitas energi akan dibangun dimana 75% akan berasal dari energi terbarukan, 5 GW dari nuklir, dan 20 GW dari gas," imbuh mantan Analis Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi di SKK Migas.
Lihat Juga :