Validasi Metodologi Penghargaan Dekarbonisasi untuk Cegah Greenwashing
Kamis, 04 Desember 2025 - 12:26 WIB
loading...
Memvalidasi metodologi penilaian dekarbonisasi yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan decarbonization award bagi perusahaan di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Memvalidasi metodologi penilaian dekarbonisasi yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan decarbonization award bagi perusahaan di Indonesia, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Katadata Green menggelar Focus Group Discussion (FGD).
FGD ini menghadirkan perwakilan perusahaan, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan metodologi penilaian mudah dipahami, relevan dengan praktik bisnis, dan dapat diterapkan di berbagai sektor industri. Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Indah Budiani menegaskan, pentingnya proses penyusunan metodologi yang terbuka dan melibatkan banyak pihak.
“Pendekatan ini membantu memastikan indikator penilaian jelas, bobotnya dapat dipertanggungjawabkan, serta mempertimbangkan tantangan yang berbeda di tiap sektor industri. Transparansi metodologi menjadi kunci agar penilaian lebih kredibel dan memberikan dorongan nyata bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dekarbonisasi,” sebut Indah.
Baca Juga: IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100
FGD ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan penilaian kinerja dekarbonisasi tidak sekadar menjadi ajang penghargaan simbolik atau berpotensi menjadi praktik greenwashing. Dalam ekosistem penghargaan keberlanjutan, transparansi metodologi menjadi faktor penting agar penilaian dapat dipercaya dan mendorong aksi yang nyata. Melalui proses validasi terbuka ini, IBCSD dan Katadata Green ingin memastikan metodologi yang digunakan jelas, akuntabel, dan relevan bagi dunia usaha.
![Validasi Metodologi Penghargaan Dekarbonisasi untuk Cegah Greenwashing]()
Dalam paparannya, Co-founder dan CCO Katadata, Heri Susanto memaparkan, bahwa metode yang sedang disusun mengacu pada beberapa standar global serta panduan OJK, guna memastikan indikator relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Heri menyebutkan bahwa dekarbonisasi merupakan keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan bisnis. “Perusahaan yang tidak bertransformasi akan tersisih dari rantai pasok global yang makin hijau,” sebut Heri dalam paparannya.
“Karena itu, indikator yang jelas dan transparan sangat penting agar dapat membantu perusahaan menilai kinerja pengurangan emisinya,” lanjutnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Asia Bisa Ubah Risiko Iklim Jadi Peluang Ekonomi
Dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait indikator pengukuran emisi, kesiapan data, sensitivitas informasi, serta kebutuhan terhadap standar perbandingan yang lebih praktis. Seluruh masukan ini akan digunakan untuk menyempurnakan metodologi sebelum diaplikasikan dalam suatu bentuk penghargaan yang diharapkan bisa menjadi insentif positif bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dekarbonisasi, memperluas praktik transparansi, dan memperkuat kepemimpinan sektor bisnis menuju Net Zero Emission 2060 .
Menghadirkan metodologi penilaian yang tidak hanya menjadi dasar penghargaan, tetapi juga alat yang dinilai konsisten dan terukur dalam membantu perusahaan memperkuat aksi dekarbonisasi serta menjadi benchmark bagi para pelaku usaha di berbagai sektor.
FGD ini menghadirkan perwakilan perusahaan, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan metodologi penilaian mudah dipahami, relevan dengan praktik bisnis, dan dapat diterapkan di berbagai sektor industri. Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Indah Budiani menegaskan, pentingnya proses penyusunan metodologi yang terbuka dan melibatkan banyak pihak.
“Pendekatan ini membantu memastikan indikator penilaian jelas, bobotnya dapat dipertanggungjawabkan, serta mempertimbangkan tantangan yang berbeda di tiap sektor industri. Transparansi metodologi menjadi kunci agar penilaian lebih kredibel dan memberikan dorongan nyata bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dekarbonisasi,” sebut Indah.
Baca Juga: IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100
FGD ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan penilaian kinerja dekarbonisasi tidak sekadar menjadi ajang penghargaan simbolik atau berpotensi menjadi praktik greenwashing. Dalam ekosistem penghargaan keberlanjutan, transparansi metodologi menjadi faktor penting agar penilaian dapat dipercaya dan mendorong aksi yang nyata. Melalui proses validasi terbuka ini, IBCSD dan Katadata Green ingin memastikan metodologi yang digunakan jelas, akuntabel, dan relevan bagi dunia usaha.

Dalam paparannya, Co-founder dan CCO Katadata, Heri Susanto memaparkan, bahwa metode yang sedang disusun mengacu pada beberapa standar global serta panduan OJK, guna memastikan indikator relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Heri menyebutkan bahwa dekarbonisasi merupakan keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan bisnis. “Perusahaan yang tidak bertransformasi akan tersisih dari rantai pasok global yang makin hijau,” sebut Heri dalam paparannya.
“Karena itu, indikator yang jelas dan transparan sangat penting agar dapat membantu perusahaan menilai kinerja pengurangan emisinya,” lanjutnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Asia Bisa Ubah Risiko Iklim Jadi Peluang Ekonomi
Dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait indikator pengukuran emisi, kesiapan data, sensitivitas informasi, serta kebutuhan terhadap standar perbandingan yang lebih praktis. Seluruh masukan ini akan digunakan untuk menyempurnakan metodologi sebelum diaplikasikan dalam suatu bentuk penghargaan yang diharapkan bisa menjadi insentif positif bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dekarbonisasi, memperluas praktik transparansi, dan memperkuat kepemimpinan sektor bisnis menuju Net Zero Emission 2060 .
Menghadirkan metodologi penilaian yang tidak hanya menjadi dasar penghargaan, tetapi juga alat yang dinilai konsisten dan terukur dalam membantu perusahaan memperkuat aksi dekarbonisasi serta menjadi benchmark bagi para pelaku usaha di berbagai sektor.
(akr)
Lihat Juga :