Harga BBM Tidak Turun, Ini Penjelasan Menteri ESDM
Senin, 04 Mei 2020 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan JBT dan JBKP serta memberikan subsidi untuk minyak tanah dan LPG yang digunakan langsung oleh masyarakat kecil," imbuhnya.
Arifin mengaku, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum masa penyebaran virus pandemi covid-19 pada bulan Januari hingga Februari 2020.
Arifin menambahkan, alasan pemerintah belum menurunkan harga BBM dipengaruhi harga minyak dunia yang belum stabil dan memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Artinya harga minyak berpotensi turun atau naik lagi.
Selain itu, pemerintah juga menunggu pengaruh pemotongan produksi OPEC+ sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei hingga Juni 2020, dan pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli hingga Desember 2020 serta 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021 hingga April 2022.
"Jadi, pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun. Menyikapi kondisi ini, beberapa badan usaha melakukan aksi korporasi seperti pemberian diskon dan antara lain berikan diskon dan pikirkan juga para nelayan yang gunakan Solar dan LPG di daerah yang memang kesulitan biaya kerjanya," terang Arifin.
Arifin mengaku, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum masa penyebaran virus pandemi covid-19 pada bulan Januari hingga Februari 2020.
Arifin menambahkan, alasan pemerintah belum menurunkan harga BBM dipengaruhi harga minyak dunia yang belum stabil dan memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Artinya harga minyak berpotensi turun atau naik lagi.
Selain itu, pemerintah juga menunggu pengaruh pemotongan produksi OPEC+ sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei hingga Juni 2020, dan pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli hingga Desember 2020 serta 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021 hingga April 2022.
"Jadi, pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun. Menyikapi kondisi ini, beberapa badan usaha melakukan aksi korporasi seperti pemberian diskon dan antara lain berikan diskon dan pikirkan juga para nelayan yang gunakan Solar dan LPG di daerah yang memang kesulitan biaya kerjanya," terang Arifin.
(fai)
Lihat Juga :