Pertamina Lemot Nih! Dua Tahun Digitalisasi SPBU Nggak Rampung-Rampung
Selasa, 15 September 2020 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pun tak memungkiri jika progres digitalisasi SPBU yang dilakukan Pertamina masih lemot atau lambat sehingga tidak rampung-rampung. Pihaknya pun meminta Pertamina tidak kembali mengulur waktu lagi setelah mengajukan revisi target per Agustus 2020 sehingga digitalisasi SPBU bisa segera dituntaskan.
Hal itu sesuai dengan tujuan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan akuntabilitas data penyaluran BBM kepada konsumen serta meningkatkan fungsi pengaturan dan pengawasan BPH Migas terhadap kegiatan pendistribusian BBM diseluruh SPBU.
"Sejak dimulai pada 31 Agustus 2018, program ini telah mengalami empat kali revisi target penyelesaian, dari target 31 Desember 2018 sampai dengan target revisi keempat pada Agustus 2020," ujar Ifan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (15/9/2020).
Nah, apakah target tersebut mampu dicapai Pertamina atau malah mengajukan revisi lagi. Tentunya kita hanya bisa menunggu, Gaes! Baca Juga: Ayo Ngutang Dong! Transferan Duit dari Pusat ke BPD Rp11,5 Triliun Masih Nganggur
Hal itu sesuai dengan tujuan digitalisasi SPBU untuk meningkatkan akuntabilitas data penyaluran BBM kepada konsumen serta meningkatkan fungsi pengaturan dan pengawasan BPH Migas terhadap kegiatan pendistribusian BBM diseluruh SPBU.
"Sejak dimulai pada 31 Agustus 2018, program ini telah mengalami empat kali revisi target penyelesaian, dari target 31 Desember 2018 sampai dengan target revisi keempat pada Agustus 2020," ujar Ifan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (15/9/2020).
Nah, apakah target tersebut mampu dicapai Pertamina atau malah mengajukan revisi lagi. Tentunya kita hanya bisa menunggu, Gaes! Baca Juga: Ayo Ngutang Dong! Transferan Duit dari Pusat ke BPD Rp11,5 Triliun Masih Nganggur
(nng)
Lihat Juga :