Aceh Harus Jadi Prioritas dalam Kemitraan Strategis Gas Bumi

Minggu, 07 Desember 2025 - 16:02 WIB
loading...
Aceh Harus Jadi Prioritas...
Ilustrasi blok migas lepas pantai. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kemitraan strategis antara PLN EPI dan Mubadala Energy dalam pengembangan Blok Andaman dinilai sebagai langkah penting bagi ketahanan energi nasional, khususnya untuk Aceh dan Sumatera Utara. Namun, di balik potensi pasokan gas yang melimpah melebihi 2 triliun kaki kubik (TCF), muncul pertanyaan kritis mengenai sejauh mana keuntungan riil akan diterima oleh masyarakat Aceh sebagai wilayah sumber daya.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Malikussaleh, Al Chaidar Abdurrahman Puteh, menilai kesepakatan ini memiliki dimensi ekonomi-politik yang kompleks. "Peran PEMA (PT Pembangunan Aceh) menjadi krusial dalam memastikan bahwa manfaat lokal tidak tersisih oleh kepentingan pusat maupun korporasi asing," kata Chaidar dalam pernyataannya, Minggu (7/12/2025).

Baca Juga: Mubadala Energy dan PLN EPI Teken HoA Jual Beli Gas Andaman

Ia menjelaskan, tujuan utama kerja sama ini adalah menjamin pasokan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada LNG impor, sejalan dengan agenda transisi energi bersih. Namun, Chaidar mengingatkan bahwa perjanjian ini berpotensi memperkuat kendali pusat atas pasokan energi. "Dari sisi Aceh, dengan status daerah istimewa dan adanya PEMA, berpotensi merasa terpinggirkan bila tidak dilibatkan secara substantif," ungkapnya.

PEMA, sebagai perusahaan daerah, diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif. Chaidar menegaskan, lembaga itu harus memastikan penyerapan tenaga kerja lokal, distribusi manfaat ekonomi, serta penerimaan royalti yang optimal bagi Aceh. "Jika PEMA hanya dijadikan 'penonton' atau sekadar simbol, perjanjian ini bisa memperkuat ketimpangan antara pusat dan daerah," tegasnya.



Di sisi lain, keterlibatan Mubadala Energy membuka akses Aceh ke jaringan energi global, yang dapat menarik investasi lebih lanjut. Namun, hal itu juga membawa risiko ketergantungan pada modal asing. Chaidar menekankan bahwa pengelolaan energi selalu terkait dengan legitimasi politik di tingkat lokal. "Bila masyarakat Aceh melihat bahwa hasil gas hanya menguntungkan pusat dan asing, maka akan muncul sentimen ketidakadilan," paparnya.

Ia mengusulkan agar PLN EPI mendahulukan kemitraan strategis dengan PEMA sebagai representasi otonomi khusus Aceh, sebelum membuka ruang bagi investor. Tanpa itu, Aceh berisiko hanya menjadi konsumen pasif.

"Posisi Aceh hanya sebagai 'konsumen' yang dipaksa membeli listrik dari PLN EPI dengan harga yang ditentukan pusat, padahal UUPA memberi hak khusus untuk mengelola sumber daya energi," ucap Chaidar.

Baca Juga: Gas Tetap Jadi Pilar Transisi Energi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Masih Besar

Skema yang ada saat ini dinilai belum memberi posisi strategis bagi PEMA. "Karena PEMA membeli dari PLN EPI, margin keuntungan PLN EPI otomatis membebani masyarakat Aceh. Dari sisi otonomi daerah, yang terjadi adalah reduksi atas kewenangan daerah," pungkasnya.

Oleh karena itu, kejelasan peran dan pemberdayaan PEMA menjadi kata kunci untuk mengubah potensi kerja sama ini dari sekadar proyek ketahanan energi nasional menjadi mesin penggerak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Aceh.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
IDSurvey Perkuat Jejaring...
IDSurvey Perkuat Jejaring Global Lewat TIC Summit 2026
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Perkuat Rantai Pasok...
Perkuat Rantai Pasok Global, Indonesia-China Tanda Tangani 'Recognition Agreement' Sertifikasi Halal
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Aliansi Rusia-China...
Aliansi Rusia-China Semakin Kuat Meskipun Ada Tekanan Barat
Kerja Sama dengan Foshan...
Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic Tiongkok, Universitas Bakrie Perluas Jejaring Global
Rekomendasi
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved