AS Tuding Indonesia Ingkar Janji, Ancam Batalkan Kesepakatan Dagang

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:07 WIB
loading...
AS Tuding Indonesia...
Personel militer Indonesia memegang bendera selama upacara penyambutan sebelum pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Jakarta, Indonesia, pada 21 November 2022. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang diteken pada Juli 2025 terancam batal. Pejabat AS menuding Jakarta mundur dari komitmen utama yang telah disepakati, menciptakan ketegangan baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Sumber dekat negosiasi mengungkapkan, pemerintah Indonesia menyatakan sejumlah komitmen mengikat tidak dapat disetujui dan meminta perumusan ulang. Washington menilai langkah ini justru melemahkan posisinya dibandingkan kesepakatan serupa dengan Malaysia dan Kamboja.

"Indonesia tidak sekadar memperlambat implementasi kesepakatan seperti yang sering dialami dengan mitra dagang lain; Indonesia secara terang-terangan mengatakan mereka tidak dapat melaksanakan apa yang sudah disepakati dan perlu menegosiasi ulang komitmen awal agar tidak mengikat," ungkap salah satu sumber seperti dikutip dari Financial Times, Rabu (10/12/2025).

Sumber yang sama menegaskan sikap Jakarta itu bermasalah dan tidak diterima Washington. "Indonesia bisa berada dalam posisi kehilangan kesepakatannya," tambahnya.

Baca Juga: Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun

Penarikan diri Indonesia terutama menyangkut komitmen penghapusan hambatan non-tarif untuk ekspor industri dan pertanian AS, serta isu perdagangan digital. AS meyakini Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyetujui kerangka final, namun implementasinya terbentur dinamika politik domestik.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved