Himpun Dana Rp72 Miliar, Danantara Indonesia dan Keluarga Besar BUMN Bantu Bencana Sumatera
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
"Kami meminta seluruh BUMN untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin, sesuai kompetensinya masing-masing, dan melaporkan perkembangan bantuan secara berkala,” ujarnya.
Dony menambahkan peran BP BUMN dan Danantara Indonesia ini adalah bentuk konsolidasi laporan serta memastikan koordinasi antar-BUMN berjalan rapi dan terukur. “Tugas kami adalah memastikan seluruh bantuan dari Keluarga Besar BUMN tersalurkan secara cepat, terkoordinasi, dan benar-benar dirasakan oleh warga terdampak,” ujar Dony.
Pemulihan Jaringan Kelistrikan
Gelombang banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan gangguan besar pada jaringan distribusi listrik, memutus akses energi bagi rumah sakit, posko pengungsian, dan pusat layanan publik. Dalam situasi ini, PLN menjadi garda terdepan dengan memulihkan jaringan utama sekaligus mengerahkan suplai kelistrikan darurat.
Di Aceh Tamiang, PLN memastikan tersedianya suplai listrik RSUD Muda Sedia dan posko pengungsian melalui pengiriman genset 66.000 watt dari Langsa, sementara Tamiang Sport Center berhasil menyala untuk mendukung proses evakuasi, logistik, dan pendataan warga. PLN juga mengoperasikan genset 33.000 watt bagi PDAM untuk memulihkan layanan air bersih, serta menyiapkan genset 100.000 watt dari Banda Aceh untuk menjaga layanan publik dan pemerintahan tetap berjalan.
Di Aceh Tengah, PLN bersama BNPB dan TNI menerbangkan genset 250 kVA seberat 3,6 ton ke RSUD Datu Beru menggunakan helikopter setelah seluruh akses darat terputus. Intervensi cepat ini menjadi penopang utama layanan kesehatan dan memastikan aktivitas kritis tetap berlangsung di masa tanggap darurat.
Pemulihan Jaringan Komunikasi
Gangguan telekomunikasi yang meluas akibat terendamnya perangkat aktif, putusnya kabel backbone–feeder, dan kerusakan puluhan ribu ONT pelanggan mengancam rantai koordinasi evakuasi dan logistik kemanusiaan.
Telkom merespons dengan mengaktifkan emergency recovery di tiga provinsi terdampak, mengutamakan wilayah prioritas seperti Kualasimpang, Langsa, Takengon, dan Sibolga sebagai simpul komunikasi publik.
Melalui Telkom Akses, pemulihan dilakukan secara paralel: perbaikan jalur backbone, pemasangan temporary fix, pengoperasian perangkat kritis menggunakan genset portable, serta pengerahan lebih dari 320 personel teknis dari Aceh, Medan, Sumbar, Sumut, dan diperkuat tim tambahan dari Jawa, Kalimantan, Jakarta, hingga Sumsel.
Dony menambahkan peran BP BUMN dan Danantara Indonesia ini adalah bentuk konsolidasi laporan serta memastikan koordinasi antar-BUMN berjalan rapi dan terukur. “Tugas kami adalah memastikan seluruh bantuan dari Keluarga Besar BUMN tersalurkan secara cepat, terkoordinasi, dan benar-benar dirasakan oleh warga terdampak,” ujar Dony.
Pemulihan Jaringan Kelistrikan
Gelombang banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan gangguan besar pada jaringan distribusi listrik, memutus akses energi bagi rumah sakit, posko pengungsian, dan pusat layanan publik. Dalam situasi ini, PLN menjadi garda terdepan dengan memulihkan jaringan utama sekaligus mengerahkan suplai kelistrikan darurat.
Di Aceh Tamiang, PLN memastikan tersedianya suplai listrik RSUD Muda Sedia dan posko pengungsian melalui pengiriman genset 66.000 watt dari Langsa, sementara Tamiang Sport Center berhasil menyala untuk mendukung proses evakuasi, logistik, dan pendataan warga. PLN juga mengoperasikan genset 33.000 watt bagi PDAM untuk memulihkan layanan air bersih, serta menyiapkan genset 100.000 watt dari Banda Aceh untuk menjaga layanan publik dan pemerintahan tetap berjalan.
Di Aceh Tengah, PLN bersama BNPB dan TNI menerbangkan genset 250 kVA seberat 3,6 ton ke RSUD Datu Beru menggunakan helikopter setelah seluruh akses darat terputus. Intervensi cepat ini menjadi penopang utama layanan kesehatan dan memastikan aktivitas kritis tetap berlangsung di masa tanggap darurat.
Pemulihan Jaringan Komunikasi
Gangguan telekomunikasi yang meluas akibat terendamnya perangkat aktif, putusnya kabel backbone–feeder, dan kerusakan puluhan ribu ONT pelanggan mengancam rantai koordinasi evakuasi dan logistik kemanusiaan.
Telkom merespons dengan mengaktifkan emergency recovery di tiga provinsi terdampak, mengutamakan wilayah prioritas seperti Kualasimpang, Langsa, Takengon, dan Sibolga sebagai simpul komunikasi publik.
Melalui Telkom Akses, pemulihan dilakukan secara paralel: perbaikan jalur backbone, pemasangan temporary fix, pengoperasian perangkat kritis menggunakan genset portable, serta pengerahan lebih dari 320 personel teknis dari Aceh, Medan, Sumbar, Sumut, dan diperkuat tim tambahan dari Jawa, Kalimantan, Jakarta, hingga Sumsel.
Lihat Juga :