Gaet Anggota BRICS, AS Pertimbangkan Bentuk Alternatif G7
Kamis, 11 Desember 2025 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Jika rencana ini berjalan, anggota BRICS seperti China, Rusia, dan India berpotensi memiliki kedekatan baru dengan AS. Hal ini dinilai sejalan dengan ideologi dan pendekatan pragmatis Presiden Trump, yang belakangan kerap mengambil posisi selaras dengan para rival demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi AS.
Baru-baru ini, pendekatan tersebut terlihat ketika Trump mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200 yang ambisius kepada China, salah satu anggota BRICS. Keputusan ini memungkinkan AS menerima 25% dari penjualan chip tersebut. "Ini selaras dengan cara pandang Presiden Trump terhadap dunia," kata Torrey Taussig, mantan Direktur Urusan Eropa di Dewan Keamanan Nasional pada pemerintahan Biden.
Baca Juga: 4 Alasan AS Harus Keluar dari NATO pada 2025
Trump sebelumnya pernah menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Rusia dari G7 adalah sebuah kesalahan. Ia juga tidak pernah menolak kemungkinan China untuk bergabung ke dalam blok tersebut. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan negaranya tidak berniat untuk kembali ke G7.
Para praktisi keamanan nasional menilai bahwa gagasan C5 ini masuk akal bagi pemerintahan Trump karena mampu mengakomodasi para pemain kunci global yang selama ini berseberangan. Ini menawarkan jalan alternatif untuk diplomasi global di luar kerangka G7 yang didominasi negara-negara Barat.
Baru-baru ini, pendekatan tersebut terlihat ketika Trump mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200 yang ambisius kepada China, salah satu anggota BRICS. Keputusan ini memungkinkan AS menerima 25% dari penjualan chip tersebut. "Ini selaras dengan cara pandang Presiden Trump terhadap dunia," kata Torrey Taussig, mantan Direktur Urusan Eropa di Dewan Keamanan Nasional pada pemerintahan Biden.
Baca Juga: 4 Alasan AS Harus Keluar dari NATO pada 2025
Trump sebelumnya pernah menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Rusia dari G7 adalah sebuah kesalahan. Ia juga tidak pernah menolak kemungkinan China untuk bergabung ke dalam blok tersebut. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan negaranya tidak berniat untuk kembali ke G7.
Para praktisi keamanan nasional menilai bahwa gagasan C5 ini masuk akal bagi pemerintahan Trump karena mampu mengakomodasi para pemain kunci global yang selama ini berseberangan. Ini menawarkan jalan alternatif untuk diplomasi global di luar kerangka G7 yang didominasi negara-negara Barat.
(nng)
Lihat Juga :