Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih Rekor Muri Berkat Program Tukar Jerami

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:38 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB melalui FT Cikampek berhasil meraih Rekor Muri melalui Program Prakarsa Bagja Juara dengan konsep Pemberdayaan Petani Pertama melalui Tukar Jerami dengan Air. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek berhasil meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) melalui Program Prakarsa Bagja Juara dengan konsep Pemberdayaan Petani Pertama melalui Tukar Jerami dengan Air, pada Kamis (11/12) di Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Desa Pasirtanjung, Karawang.

Program inovatif ini melibatkan sekitar 150 petani aktif yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pasirtanjung dan wilayah sekitarnya. Para petani secara kolektif menukarkan jerami pascapanen yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi menjadi akses air bersih dan sarana pendukung pertanian.

Pencapaian Rekor MURI ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra binaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri, Wakil Bupati Karawang Maslani, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karawang, Camat Lemahabang Sri Redjeki, Kepala Desa Pasirtanjung Saepudin, serta para mitra dan tokoh masyarakat.

Wakil Bupati Karawang, Maslani menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Pertamina yang dinilai memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, kami mengapresiasi kolaborasi ini. Program ini memberi solusi nyata bagi petani dan lingkungan, dan kami bangga Karawang menjadi yang pertama mencatatkan rekor ini," ujar Maslani dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Siap Amankan Pasokan BBM Nataru

Fuel Terminal Manager Cikampek, Muhammad Andika Gunawan, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan komitmen Pertamina terhadap keberlanjutan.

"Program ini hadir untuk mengatasi persoalan lingkungan dengan mengolah jerami menjadi sumber daya bernilai bagi petani. Kini jerami menjadi simbol transformasi, dan rekor ini milik seluruh masyarakat Karawang," ujar Andika.

Sebelum Program Prakarsa Bagja Juara berjalan, jerami pascapanen di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena tidak memiliki nilai ekonomi. Tercatat sekitar kurang lebih 200 ton jerami dibakar setiap musim panen, yang berdampak pada pencemaran udara, peningkatan emisi karbon, risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta penurunan kualitas tanah. Di sisi lain, petani dan masyarakat juga menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat tingginya biaya sambungan air PAMSIMAS yang mencapai sekitar Rp500.000 per rumah tangga.

Melalui program ini, rata-rata 2–3 ton jerami per musim panen yang sebelumnya menjadi limbah akhirnya kini dikelola secara produktif. Setelah program berjalan, tercatat pengurangan limbah jerami sebesar 673,9 ton per tahun, serta kontribusi terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Jerami dimanfaatkan menjadi media tanam kumbung jamur, pupuk, dan media tanam pertanian, sekaligus memiliki nilai baru yang dapat ditukar menjadi saluran pipa air PAMSIMAS, air Reverse Osmosis (RO), serta sarana pertanian lainnya.

Baca Juga: Pertamina Kirim BBM ke Bener Meriah Gunakan Pesawat Air Tractor dari Kualanamu

Program ini juga menjawab persoalan keterbatasan air bersih di Desa Pasirtanjung, di mana sumber air yang tersedia cenderung mengandung kapur dan belum terdistribusi merata. Melalui skema tukar jerami, petani dan masyarakat kini memperoleh akses air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan, sekaligus mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran lingkungan.

Keberhasilan Program Prakarsa Bagja Juara tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah, antara lain melalui dukungan kebijakan dan fasilitasi program dengan terbitnya Surat Himbauan Desa Pasirtanjung Nomor 500.6/16/DS/2024 terkait praktik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan jerami ramah lingkungan.



Pemerintah juga melakukan pendampingan kelompok tani bekerja sama dengan Unit Perangkat Teknis Daerah Pertanian Lemahabang, serta sinergi lintas OPD, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dan Dinas Pertanian, melalui pengembangan Program Kampung Iklim (ProKlim), dengan penerbitan Surat Kebaruan DLH atas inovasi pertanian berkelanjutan di Desa Pasirtanjung, serta monitoring program secara berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan komitmen Pertamina dalam memperluas manfaat program.

"Pencapaian ini menunjukkan bagaimana kolaborasi menghasilkan perubahan nyata. Pertamina akan terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan yang berdampak positif, dengan harapan bukan hanya di Karawang, tetapi juga dapat dilakukan di daerah lain," ujar Satria.

Kehadiran Program Prakarsa Bagja Juara selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan petani lokal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Ekonom UI: Program MBG...
Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Regenerasi Petani, Kementan...
Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Ketakutan Resesi AS,...
Ketakutan Resesi AS, Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved