Kemenhub Mati-matian Menghidupkan Program Tol Laut
Selasa, 15 September 2020 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi menambahkan, pihaknya akan lebih intensif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga Badan Pusat Statistik untuk membantu dan mendapat gambaran arus pusat logistik yang tepat. ( Baca juga:PSBB Total Jakarta, Rem Darurat Pahit Anies yang Berujung Manis )
Saat ini, hanya rute pelayaran Morotai dan Sangihe Talaud yang relatif berhasil. Hal tersebut disebabkan sudah adanya kesepahaman dengan pemda setempat mengenai potensi muatan kapal.
“Kami ingin dapat gambaran pusat logistik pada waktu tertentu. Pusat logistik ini yang harus kami cari tahu. Ketika tahu pusat logistik pada bulan berapa, baru angkutannya kemudian disiapkan," jelasnya.
Ke depan, pemetaan potensi itu akan menjadi dasar fleksibilitas rute tol laut. Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata hanya ramai angkutan ternak pada saat jelang Idul Adha, namun di awal tahun ini sudah mulai sepi lagi.
"Kalau seandainya kita bisa tahu kapan ada panen di sini, angkutannya akan berubah terus seperti itu, sehingga kapal itu tidak kosong," pungkas Antoni.
Saat ini, hanya rute pelayaran Morotai dan Sangihe Talaud yang relatif berhasil. Hal tersebut disebabkan sudah adanya kesepahaman dengan pemda setempat mengenai potensi muatan kapal.
“Kami ingin dapat gambaran pusat logistik pada waktu tertentu. Pusat logistik ini yang harus kami cari tahu. Ketika tahu pusat logistik pada bulan berapa, baru angkutannya kemudian disiapkan," jelasnya.
Ke depan, pemetaan potensi itu akan menjadi dasar fleksibilitas rute tol laut. Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata hanya ramai angkutan ternak pada saat jelang Idul Adha, namun di awal tahun ini sudah mulai sepi lagi.
"Kalau seandainya kita bisa tahu kapan ada panen di sini, angkutannya akan berubah terus seperti itu, sehingga kapal itu tidak kosong," pungkas Antoni.
(uka)
Lihat Juga :