Indonesia Mantapkan Langkah Menuju Pusat Aset Keuangan Digital Regional
Rabu, 17 Desember 2025 - 21:58 WIB
loading...
Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025 yang dihadiri lebih dari 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri di Jakarta International Conference Center (JICC), 10-11 Desember 2025.
Mengusung tema “Indonesia 4.0: AI, Blockchain, and Tokenized Solutions for Inclusive Growth”, acara ini menjadi yang terbesar sejak digelar pertama kali pada 2019. IDBW 2025 menampilkan 75+ pembicara, 15 side event, serta melibatkan partisipan dari 25+ negara, hasil kolaborasi strategis D3 Labs, Tokocrypto, Saison Capital, dan Arktivak.
Chairman IDBW 2025, Aditya Raflein, menilai acara ini sebagai cerminan kematangan ekosistem. “IDBW bermula dari pertemuan kecil dengan visi besar. Hari ini, kehadiran lebih dari 10.000 peserta menunjukkan bahwa ekosistem blockchain Indonesia semakin matang, solid, dan kolaboratif. IDBW bukan sekadar konferensi, tetapi sebuah gerakan,” ujar Raflein dalam pernyataannya, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyoroti kesiapan ekosistem untuk memasuki fase adopsi yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang kuat serta kolaborasi lintas sektor. “Dengan ekosistem berizin, mulai dari bursa, kustodian, hingga penyelenggara pasar, Indonesia punya landasan untuk mendorong pengembangan tokenisasi dan aset keuangan digital yang lebih kredibel,” jelasnya.
Fawzi menambahkan, kombinasi pasar domestik yang besar dan meningkatnya minat institusi membuka peluang strategis. “Targetnya bukan sekadar pertumbuhan, tetapi kualitas: use case yang jelas, tata kelola yang kuat, dan kolaborasi yang konsisten. Dengan itu, Indonesia berpeluang membangun jalur menuju hub regional penerbitan aset keuangan digital,” paparnya.
Baca Juga: BI Mulai Resah dengan Maraknya Uang Kripto, Singgung Perlunya Rupiah Digital
Para pelaku industri dalam acara tersebut juga menyampaikan optimismenya. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa teknologi blockchain dan AI dapat menciptakan solusi nyata untuk sistem pembayaran, pendanaan, hingga efisiensi bisnis. Sementara Partner Saison Capital, Looi Qin En, menilai kekuatan komunitas dan talenta Web3 Indonesia sebagai modal utama untuk menarik koneksi strategis dengan ekosistem global.
Dengan dukungan regulator yang berfokus pada tata kelola bertanggung jawab dan semangat kolaborasi yang terjalin antarpelaku, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk tidak hanya mengadopsi, tetapi juga memimpin inovasi aset keuangan digital di kawasan regional.
Mengusung tema “Indonesia 4.0: AI, Blockchain, and Tokenized Solutions for Inclusive Growth”, acara ini menjadi yang terbesar sejak digelar pertama kali pada 2019. IDBW 2025 menampilkan 75+ pembicara, 15 side event, serta melibatkan partisipan dari 25+ negara, hasil kolaborasi strategis D3 Labs, Tokocrypto, Saison Capital, dan Arktivak.
Chairman IDBW 2025, Aditya Raflein, menilai acara ini sebagai cerminan kematangan ekosistem. “IDBW bermula dari pertemuan kecil dengan visi besar. Hari ini, kehadiran lebih dari 10.000 peserta menunjukkan bahwa ekosistem blockchain Indonesia semakin matang, solid, dan kolaboratif. IDBW bukan sekadar konferensi, tetapi sebuah gerakan,” ujar Raflein dalam pernyataannya, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyoroti kesiapan ekosistem untuk memasuki fase adopsi yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang kuat serta kolaborasi lintas sektor. “Dengan ekosistem berizin, mulai dari bursa, kustodian, hingga penyelenggara pasar, Indonesia punya landasan untuk mendorong pengembangan tokenisasi dan aset keuangan digital yang lebih kredibel,” jelasnya.
Fawzi menambahkan, kombinasi pasar domestik yang besar dan meningkatnya minat institusi membuka peluang strategis. “Targetnya bukan sekadar pertumbuhan, tetapi kualitas: use case yang jelas, tata kelola yang kuat, dan kolaborasi yang konsisten. Dengan itu, Indonesia berpeluang membangun jalur menuju hub regional penerbitan aset keuangan digital,” paparnya.
Baca Juga: BI Mulai Resah dengan Maraknya Uang Kripto, Singgung Perlunya Rupiah Digital
Para pelaku industri dalam acara tersebut juga menyampaikan optimismenya. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa teknologi blockchain dan AI dapat menciptakan solusi nyata untuk sistem pembayaran, pendanaan, hingga efisiensi bisnis. Sementara Partner Saison Capital, Looi Qin En, menilai kekuatan komunitas dan talenta Web3 Indonesia sebagai modal utama untuk menarik koneksi strategis dengan ekosistem global.
Dengan dukungan regulator yang berfokus pada tata kelola bertanggung jawab dan semangat kolaborasi yang terjalin antarpelaku, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk tidak hanya mengadopsi, tetapi juga memimpin inovasi aset keuangan digital di kawasan regional.
(nng)
Lihat Juga :