Mengelola Sumur Migas Mature dengan Teknologi Modern, Legislator Mengakui SDM PHE Andal

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB
loading...
Mengelola Sumur Migas...
Upaya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menerapkan teknologi terkini dalam mengelola lapangan migas mature, mendapat tanggapan positif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Upaya PT Pertamina Hulu Energi ( PHE ) menerapkan teknologi terkini dalam mengelola lapangan migas mature, mendapat tanggapan positif. Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo mengatakan, upaya tersebut membuktikan bahwa kemampuan Sumber Daya Manusia ( SDM ) PHE dalam menerapkan teknologi semakin andal.

”Ini menunjukkan SDM PHE mampu mengelola sumur-sumur mature dengan teknologi modern, mulai dari work over, perawatan sumur, hingga EOR. Ini bukti bahwa SDM PHE makin andal, matang secara teknis,” kata Sartono kepada wartawan.

Sartono berharap, PHE tetap berhitung dengan cermat. Pasalnya kata dia, teknologi bukan sesuatu yang mudah. ”Tidak semua sumur bisa dipaksa menghasilkan minyak besar. Ada batas alamiahnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Buktikan Potensi Baru di Lapangan Tua, PHE ONWJ Hasilkan Uji Produksi 1.097 BOPD

Berbagai upaya PHE, jelas Sartono, memiliki peran besar dalam menahan laju impor dan juga ketahanan energi. ”Tentu ada kontribusinya. Produksi lebih dari setengah juta barel per hari jelas membantu menahan laju impor dan menjaga pasokan energi nasional,” kata Sartono.

Sementara terkait ketahanan energi Sartono berharap, PHE tidak hanya mengandalkan sumur eksisting. Lebih dari itu, Pertamina harus terus menemukan cadangan baru dan menjaga investasi teknologi.

Terpisah, pakar eksplorasi geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Wawan Gunawan A. Kadir, mengapresiasi pendekatan komprehensif PHE terhadap sumur mature, yaitu secara konvensional dan teknologi modern.

Sebab menurutnya dari lapangan-lapangan mature sebenarnya yang bisa diambil secara alamiah hanya sekitar 35-45%. Setelah itu rata-rata 60% membutuhkan teknologi untuk meng-improve supaya produksi sumur-sumur mature terus naik.

Melalui kedua pendekatan tersebut, Wawan yakin bahwa PHE akan bisa terus meningkatkan produksi, guna mendukung ketahanan energi. Termasuk keyakinan mencapai target produksi minyak mentah 1 juta barel per hari pada 2030.

“Saya termasuk yang berdoa dan punya keyakinan, kalau semua lapangan bisa terpelihara, bisa ditingkatkan produksinya, mestinya bisa tercapai. Karena dulu kita pernah di atas 1 juta,” ucap Wawan.

Wawan menjelaskan, sumur mature berbeda dengan sumur tua yang sudah idle dan tidak dipakai lagi. Sumur mature merupakan sumur yang tingkat kenaikan produksinya pada level ”hampir tidak bisa naik lagi.”

Karena itulah agar produksi tidak mentok, selain secara konvensional, implementasi teknologi modern juga perlu dilakukan. Teknologi tersebut harus diaplikasikan, supaya produksi sumur mature tidak berhenti pada angka tertentu, namun bisa lebih ditingkatkan.

”Karena kalau tidak diaplikasikan itu, dia akan mentok, selesai. Terus dia akan turun produksinya. Nah. Kalau istilah teman-teman migas, mungkin dikategorikan sudah sampai puncaknya,” jelas Wawan.

Baca Juga: Benarkah Industri Hulu Migas Indonesia Mendekati Senja Kala?

Menurut Wawan, penerapan inovasi teknologi sekaligus membuktikan bahwa penguasaan teknologi dan pengelolaan lapangan PHE memang andal. ”Betul sekali (sangat baik), karena kompleksitasnya (teknologi tersebut) memang sangat tinggi. Jadi PHE sudah bisa me-manage supaya (tingkat produksi) lapangannya itu tidak langsung berhenti, tapi masih terus meningkat,” tutup Wawan.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan lapangan migas mature. Dalam mengelola lapangan mature, PHE menjalankan strategi inovatif dan penerapan teknologi terkini.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Angka NEET Pemuda RI...
Angka NEET Pemuda RI Tembus 19,44%, Lebih Tinggi dari Rata-rata ASEAN
PLN Energi Gas Gelar...
PLN Energi Gas Gelar Program PESAT-BP, Tingkatkan Kompetensi SDM Balai Pungut
Catat Produksi Minyak...
Catat Produksi Minyak 1 Juta Barel, PHE Perkuat Peran Strategis Jaga Ketahanan Energi
BPDP Lokomotif Pelatihan...
BPDP Lokomotif Pelatihan dan Pengembangan SDM Sawit Nasional
Daesang Dukung Peningkatan...
Daesang Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia
Menemukan ‘Permata’...
Menemukan ‘Permata’ Tersembunyi dalam SDM Kebudayaan lewat Pendekatan Talent DNA
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved