AS Sudah Tancap Gas Jadikan Panas Bumi Sebagai Sumber Energi Listrik, Indonesia Sudah Sampai Mana?
Kamis, 18 Desember 2025 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah merencanakan penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 42,5 gigawatt (GW) dan pembangunan penyimpanan energi sebesar 10,2 GW. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen direncanakan berasal dari energi terbarukan. Untuk panas bumi, dialokasikan tambahan kapasitas sebesar 5,2 GW, dengan proyeksi kapasitas terpasang mencapai 1,1 GW pada tahun 2029.
Namun, realisasi EBT secara umum masih belum sesuai harapan. Mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi bauran EBT sepanjang 2024 hanya mencapai 14,68 persen, jauh dibawah target yang ditetapkan sebesar 19,5 persen.
Baca Juga : Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Sebelumnya, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa hingga Oktober 2025 kapasitas listrik berbasis energi bersih baru mencapai 14,4 persen dari total kapasitas nasional. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa target bauran listrik energi baru terbarukan (EBT) sebesar 15,9 persen pada 2025 sulit tercapai.
Menurut Tri, kondisi tersebut mencerminkan dua hal: potensi EBT Indonesia sebenarnya sangat besar namun pengembangannya masih perlu dipercepat, dan sistem pembangkit nasional masih didominasi energi fosil, terutama batu bara, yang hingga kini menjadi sumber utama pasokan listrik.
Belajar dari AS: Panas bumi jadi kunci strategis energi di era AI
Namun, realisasi EBT secara umum masih belum sesuai harapan. Mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi bauran EBT sepanjang 2024 hanya mencapai 14,68 persen, jauh dibawah target yang ditetapkan sebesar 19,5 persen.
Baca Juga : Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Sebelumnya, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa hingga Oktober 2025 kapasitas listrik berbasis energi bersih baru mencapai 14,4 persen dari total kapasitas nasional. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa target bauran listrik energi baru terbarukan (EBT) sebesar 15,9 persen pada 2025 sulit tercapai.
Menurut Tri, kondisi tersebut mencerminkan dua hal: potensi EBT Indonesia sebenarnya sangat besar namun pengembangannya masih perlu dipercepat, dan sistem pembangkit nasional masih didominasi energi fosil, terutama batu bara, yang hingga kini menjadi sumber utama pasokan listrik.
Belajar dari AS: Panas bumi jadi kunci strategis energi di era AI
Lihat Juga :