Lifting Migas Lemas, Pemerintah Tetap Optimis Capai 1 Juta Barel per Hari di 2030
Selasa, 15 September 2020 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
"Kita juga mengantisipasi bahwa rencana untuk melelang 12 wilayah kerja baru, harus kita sesuaikan dulu jadwalnya, karena daya tarik bisnis menurun, harga minyak menurun, tentu investasi harus dilakukan penyesuaian," ungkapnya.
Arifin menuturkan, Kementerian ESDM melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap akan berupaya mencapai target 1 juta bopd pada tahun 2030. Beberapa strategi yang akan diterapkan antara lain mengedepankan strategi eksplorasi yang masif dan intensif. (Baca juga: Mau Tahu Survei SKK Migas yang Cepat dan Efisien buat Blok Masela? )
Kedua, mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature, dan ketiga mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.
Dalam rangka merealisasikan peningkatan produksi migas di masa mendatang, SKK Migas dan kontraktor migas berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, salah satunya adalah pelaksanaan survey seismik 2D terbesar di Asia Pasifik melalui Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang yang saat ini sudah mencapai 23.705 km atau sebesar 79% dari target 30.000 km yang akan selesai pada bulan Juli 2020.
Pelaksanaan survey seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery), sebagai salah satu langkah SKK Migas untuk menemukan wilayah kerja migas baru untuk menopang produksi migas yang berkelanjutan
Arifin menuturkan, Kementerian ESDM melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap akan berupaya mencapai target 1 juta bopd pada tahun 2030. Beberapa strategi yang akan diterapkan antara lain mengedepankan strategi eksplorasi yang masif dan intensif. (Baca juga: Mau Tahu Survei SKK Migas yang Cepat dan Efisien buat Blok Masela? )
Kedua, mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature, dan ketiga mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.
Dalam rangka merealisasikan peningkatan produksi migas di masa mendatang, SKK Migas dan kontraktor migas berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, salah satunya adalah pelaksanaan survey seismik 2D terbesar di Asia Pasifik melalui Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang yang saat ini sudah mencapai 23.705 km atau sebesar 79% dari target 30.000 km yang akan selesai pada bulan Juli 2020.
Pelaksanaan survey seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery), sebagai salah satu langkah SKK Migas untuk menemukan wilayah kerja migas baru untuk menopang produksi migas yang berkelanjutan
(ind)
Lihat Juga :