Kurs Rupiah Hari Ini Hanyut Sentuh Rp16.750/USD, Apa Sebabnya?

Jum'at, 19 Desember 2025 - 17:20 WIB
loading...
Kurs Rupiah Hari Ini...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (19/12/2025), turun 27 poin atau sekitar 0,16% ke level Rp16.750 per dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (19/12/2025), turun 27 poin atau sekitar 0,16% ke level Rp16.750 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen pelemahan rupiah adalah datang dari faktor eksternal yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) inti AS pada bulan November turun ke level terendah sejak awal tahun 2021, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS).

“Baik CPI utama maupun inti mengalami penurunan, tetapi para ekonom memperingatkan bahwa penutupan pemerintah selama 43 hari dapat mendistorsi beberapa data yang dikumpulkan untuk rilis tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Seiring dengan meredanya inflasi, ekspektasi bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga seharusnya meningkat, tetapi para pedagang menanggapi data tersebut dengan skeptis karena data pekerjaan cukup solid, seperti yang diungkapkan Departemen Tenaga Kerja dalam laporan Klaim Pengangguran Awal terbaru.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Berakhir Ambles ke Rp16.723 per Dolar AS, Berikut Sentimennya

Selanjutnya, fokus pasar hari ini adalah rilis indikator inflasi favorit The Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), bersama dengan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk rilis terakhirnya.



Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengatakan ia yakin pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina "hampir mencapai titik terang" menjelang pertemuan AS dengan pejabat Rusia akhir pekan ini. Para analis mengatakan, langkah-langkah lebih lanjut yang menargetkan minyak Rusia dapat menimbulkan risiko pasokan yang lebih besar bagi pasar daripada blokade kapal tanker Venezuela oleh Trump.

Dalam katalis geopolitik potensial lainnya, belum jelas bagaimana AS akan menegakkan pengumuman Trump untuk memblokade kapal tanker yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, yang menyumbang sekitar 1 persen dari pasokan global. Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Penjaga Pantai AS pekan lalu menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela.

Dari sentimen domestik, Bank Dunia memberi peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia dalam jangka menengah, terdapat proyeksi defisit APBN akan melebar secara konsisten hingga mendekati batas psikologis 3 persen hingga 2027, seiring dengan penurunan rasio pendapatan negara dan peningkatan beban utang.

Defisit keseimbangan fiskal akan berada di level 2,8% terhadap PDB pada 2025 dan bertahan pada 2026. Angka itu diproyeksikan terus melebar menjadi 2,9% terhadap PDB pada 2027, nyaris menyentuh ambang batas defisit fiskal sebesar 3 persen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.

Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit Oktober 2025 yang tercatat sebesar 2,0 persen terhadap PDB, maupun target UU APBN 2026 yang mematok defisit di level 2,7%. Pelebaran defisit tersebut tidak lepas dari tekanan berat pada sisi pendapatan negara.

Bank Dunia mencatat rasio pendapatan negara terhadap PDB diproyeksikan terjun bebas dari realisasi 13,5 persen pada 2022 menjadi hanya 11,6% pada 2025, sebelum sedikit membaik ke level 11,8 persen pada 2026.

Konsekuensi dari seretnya pendapatan dan melebarnya defisit adalah kenaikan rasio utang pemerintah. Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Pemerintah Pusat akan terus mendaki dalam tiga tahun ke depan. Dari posisi 39,8% terhadap PDB pada 2024, rasio utang diperkirakan naik menjadi 40,5% pada 2025, 41,1% pada 2026, dan menembus 41,5 persen pada 2027. Kenaikan stok utang ini terjadi di tengah beban biaya dana (cost of fund) yang masih tinggi.

Baca Juga: BI Sebut Rupiah Stabil di Level Rp16.685 per USD, Begini Jurusnya

Bank Dunia mencatat rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan tercatat mencapai 20,5% hingga Oktober 2025. Artinya, seperlima pendapatan negara digunakan hanya untuk membayar kewajiban bunga utang pemerintah. Hal ini mengindikasikan sempitnya ruang gerak belanja pemerintah untuk sektor-sektor produktif lainnya.

Oleh sebab itu,risiko fiskal dari sisi domestik cukup nyata. Pendapatan yang lebih rendah dari perencanaan dapat menguji kepatuhan pemerintah terhadap disiplin fiskal dan berpotensi membatasi belanja negara.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Rekomendasi
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved