Rupiah Tertekan 0,62% dalam Sepekan, Ini Sentimennya
Minggu, 21 Desember 2025 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
“Baik CPI utama maupun inti mengalami penurunan, tetapi para ekonom memperingatkan bahwa penutupan pemerintah selama 43 hari dapat mendistorsi beberapa data yang dikumpulkan untuk rilis tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp450 Triliun di World Expo 2025 Osaka
Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah juga dipicu oleh kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Indonesia dalam jangka menengah. Bank Dunia memproyeksikan defisit APBN akan terus melebar hingga mendekati ambang batas konstitusi sebesar 3 persen terhadap PDB pada tahun 2027.
Defisit diperkirakan berada di level 2,8 persen pada 2025 dan meningkat hingga 2,9% pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh penurunan rasio pendapatan negara serta peningkatan beban bunga utang. Mempertimbangkan faktor ketidakpastian global dan kondisi fiskal domestik, Ibrahim memprediksi Rupiah masih akan bergerak fluktuatif. Untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Rupiah diperkirakan berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS.
Baca Juga: Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp450 Triliun di World Expo 2025 Osaka
Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah juga dipicu oleh kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Indonesia dalam jangka menengah. Bank Dunia memproyeksikan defisit APBN akan terus melebar hingga mendekati ambang batas konstitusi sebesar 3 persen terhadap PDB pada tahun 2027.
Defisit diperkirakan berada di level 2,8 persen pada 2025 dan meningkat hingga 2,9% pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh penurunan rasio pendapatan negara serta peningkatan beban bunga utang. Mempertimbangkan faktor ketidakpastian global dan kondisi fiskal domestik, Ibrahim memprediksi Rupiah masih akan bergerak fluktuatif. Untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Rupiah diperkirakan berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :