BRICS Sepanjang 2025: Indonesia Bergabung hingga Jalan Terjal Dedolarisasi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Rusia Respons Pidato Natal Zelensky yang Dianggap Tidak Waras

Dari sisi teknologi finansial, BRICS telah meluncurkan "BRICS Pay", sebuah sistem pesan pembayaran terdesentralisasi berbasis blockchain. Inovasi ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi ritel maupun grosir antarnegara anggota tanpa harus bergantung pada sistem SWIFT yang dikendalikan Barat. Selain itu, bursa logam mulia baru juga telah diresmikan untuk memungkinkan perdagangan emas fisik secara langsung tanpa menggunakan mata uang dolar AS.

Menjelang akhir tahun, tepatnya pada 31 Oktober 2025, blok ini memulai uji coba instrumen "Unit". Instrumen ini berfungsi sebagai alat penyelesaian transaksi grosir internasional yang didukung oleh keranjang mata uang dan agunan fisik. Meskipun bukan merupakan mata uang untuk penggunaan harian, "Unit" diproyeksikan menjadi sarana utama dalam penyelesaian perdagangan skala besar guna mengurangi ketergantungan pada likuiditas dolar.

Meski gebrakan teknologi dan akumulasi emas terus berlanjut, tantangan internal terkait konsensus penggantian dolar masih menjadi catatan penting. Hingga awal 2025, dolar AS terpantau masih memegang kendali atas 57,3% cadangan devisa dunia. Perpecahan visi mengenai mata uang tunggal BRICS menunjukkan bahwa transformasi menuju tatanan ekonomi multipolar memerlukan waktu dan sinkronisasi kebijakan yang lebih mendalam di antara para anggotanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Rekomendasi
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved