Harga Tembaga Meroket, Sering Jadi Pertanda bagi Perekonomian

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:39 WIB
loading...
A A A
Tembaga adalah “penerima manfaat utama dari investasi dalam infrastruktur jaringan dan energi secara global, karena AI dan pertahanan meningkatkan kebutuhan akan jaringan energi yang kuat dan aman,” tulis analis Goldman Sachs Research, Eoin Dinsmore, dalam sebuah catatan seperti dilansir yahoofinance.

Di sisi lain emas dianggap lebih sebagai aset “safe-haven” dan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sedangkan Perak berada di antara emas dan tembaga dan memiliki tujuan investasi maupun industri.

Namun tembaga sebagian besar bersifat industri. Itu biasanya tidak dibeli untuk disimpan seperti emas atau perak, tetapi dimaksudkan untuk digunakan, itulah sebabnya tembaga biasanya merupakan indikator terkuat dari ketiga logam tersebut bahwa ekonomi sedang bergerak ke arah yang benar.

Alasan Reli Harga Tembaga

Ada beberapa alasan utama mengapa harga tembaga mengalami lonjakan saat ini. Wilayah penghasil tembaga utama seperti Chile dan Indonesia menghadapi tantangan pasokan dan bencana lingkungan yang berkontribusi pada kekurangan tembaga global dan pasar yang lebih ketat.

"Setelah pertumbuhan pasokan tambang tahun ini yang diperkirakan cenderung datar, proyeksi pertumbuhan pasokan tambang untuk 2026 telah turun hanya sekitar +1,4%, atau sekitar 500 kmt lebih rendah dari perkiraan kami di awal tahun," kata Gregory Shearer, kepala strategi logam dasar dan logam mulia di JPMorgan, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Riset INDEF Sebut Indonesia Punya Momentum Strategis untuk Jadi Pemain Global dalam Hilirisasi Tembaga

Penurunan pasokan bukan satu-satunya faktor yang mendorong kenaikan harga. Pada bulan Juli, pemerintahan Trump memberlakukan tarif pada beberapa kategori impor tembaga, yang menambah tekanan pada pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
PT Invetra Teknologi...
PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia
BPDP Gelar Workshop...
BPDP Gelar Workshop Roemah Kreasi-Nyokelat di Roemah, Dorong UMKM Kakao Naik Kelas
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved