Tegang dengan China, Jepang Kerek Anggaran Militer Jadi Rp973 Triliun

Senin, 29 Desember 2025 - 14:31 WIB
loading...
Tegang dengan China,...
Kabinet Jepang menyetujui anggaran pertahanan rekor di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dengan China. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Kabinet Jepang menyetujui anggaran pertahanan rekor lebih dari USD58 miliar atau setara Rp973 triliun untuk tahun fiskal 2026, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dengan China. Anggaran tersebut naik 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi bagian dari percepatan pembangunan militer Tokyo.

Anggaran fiskal yang mulai berlaku pada April 2026 itu merupakan tahun keempat dari program lima tahunan Jepang untuk menggandakan belanja pertahanan hingga mencapai 2 persen dari produk domestik bruto. Dengan kebijakan ini, Jepang diproyeksikan menjadi negara dengan belanja pertahanan terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan China.

“Anggaran ini merupakan jumlah minimum mutlak yang diperlukan Jepang untuk memenuhi kewajiban pertahanannya di tengah lingkungan keamanan paling parah dan kompleks sejak pasca-perang,” kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi dikutip dari AP, Senin (29/12/2025).

Baca Juga: Perilaku Militer China Berisiko Picu Insiden Tak Disengaja dengan Jepang

Rancangan anggaran tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen sebelum disahkan pada Maret mendatang dan menjadi bagian dari total rencana belanja nasional Jepang yang mencapai sekitar 784 miliar dolar AS. Pemerintah menilai peningkatan anggaran ini penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan jangka panjang.

Dalam anggaran itu, Jepang mengalokasikan 177 miliar yen untuk pengadaan rudal permukaan-ke-kapal Type-12 buatan dalam negeri dengan jangkauan sekitar 1.000 kilometer. Penempatan awal rudal tersebut direncanakan di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Maret, atau satu tahun lebih cepat dari jadwal semula.



Selain itu, sekitar 100 miliar yen disiapkan untuk pengembangan dan penyebaran drone udara tanpa awak, permukaan laut, dan bawah air dalam sistem pertahanan terpadu bernama SHIELD, yang ditargetkan rampung pada Maret 2028. Untuk mempercepat implementasi, Jepang membuka opsi impor awal dari negara lain, termasuk Turki atau Israel.

Baca Juga: China Larang Penambahan Kapasitas Baja Baru hingga 2030

Penguatan militer Jepang ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan dengan China, menyusul pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November lalu mengenai kemungkinan keterlibatan militer Jepang jika China mengambil tindakan terhadap Taiwan. Ketegangan meningkat bulan ini setelah latihan kapal induk China di dekat wilayah Jepang barat daya memicu protes Tokyo.

Merespons kebijakan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan Jepang mencerminkan dorongan kelompok sayap kanan untuk memremiliterisasi negara itu. Beijing menilai langkah Tokyo berpotensi menghidupkan kembali militerisme dan memperburuk stabilitas kawasan Asia Timur.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Rekomendasi
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved