Abaikan Sanksi, Kapal Tanker China Tantang Blokade AS di Venezuela

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:33 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Akankah China Menyelamatkan Venezuela?

Langkah tersebut mencerminkan situasi genting yang dihadapi pemerintahan Presiden Nicolás Maduro, mengingat pendapatan minyak merupakan tulang punggung ekonomi Venezuela. Penutupan sumur dinilai sebagai opsi terakhir karena tingginya biaya operasional serta risiko teknis saat produksi harus kembali dinyalakan.

Di sisi lain, Venezuela mulai meningkatkan pengamanan jalur ekspor minyaknya. Kapal-kapal penjaga pantai dilaporkan mengawal tanker yang meninggalkan pelabuhan-pelabuhan di wilayah timur, meski pengamanan tersebut masih terbatas di perairan teritorial. Beberapa pengiriman produk minyak ke pasar Asia pada pertengahan Desember diketahui berangkat dengan perlindungan unsur angkatan laut.

Ketegangan internasional pun meluas ke forum global. Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, China dan Rusia secara terbuka mengecam langkah AS. Beijing menilai blokade tersebut melanggar hukum internasional, sementara Moskow menyebutnya sebagai bentuk agresi. Di tengah eskalasi itu, perusahaan energi AS Chevron tetap mengekspor minyak Venezuela ke Amerika Serikat berdasarkan lisensi khusus pemerintah AS, menegaskan kompleksitas kepentingan energi di tengah konflik geopolitik yang kian memanas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Rekomendasi
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved