Trump Akui AS Rebut Minyak Venezuela, Ambil Alih Cadangan Terbesar di Dunia

Minggu, 04 Januari 2026 - 09:16 WIB
loading...
A A A


Meski memiliki cadangan terbesar di dunia, produksi aktual Venezuela sangat rendah. Saat ini, mereka hanya memproduksi sekitar 1 juta barel per hari tau hanya 0,8% dari produksi mentah global. Angka ini kurang dari setengah produksi sebelum Nicolas Maduro berkuasa pada 2013, dan jauh di bawah level 3,5 juta barel sebelum rezim sosialis mengambil alih.

Produksi minyak Venezuela merosot lebih dari 75% antara 2013 dan 2020. EIA mencatat sanksi internasional dan krisis ekonomi mendalam berkontribusi pada kemerosotan ini, namun kurangnya investasi dan pemeliharaan menjadi faktor utama hancurnya kapasitas produksi mereka.

Pentingnya Minyak Venezuela bagi AS

Jenis minyak yang dimiliki Venezuela adalah minyak mentah berat (heavy sour crude) yang memerlukan peralatan khusus dan keahlian teknis tinggi untuk diekstraksi. AS sendiri adalah produsen minyak terbesar di dunia, namun sebagian besar merupakan jenis ringan (light, sweet crude) yang cocok untuk bensin.

Minyak berat dari Venezuela sangat krusial untuk menghasilkan produk seperti diesel, aspal, dan bahan bakar alat berat. Pasokan diesel dunia saat ini sedang ketat, sebagian besar disebabkan oleh sanksi terhadap minyak Venezuela.

"Membuka kembali keran minyak Venezuela akan sangat menguntungkan AS. Sebagian besar kilang di AS dirancang untuk mengolah minyak berat Venezuela, dan mereka bekerja jauh lebih efisien dibandingkan saat mengolah minyak Amerika," jelas Flynn.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Princes Rules Broken?!,...
Prince's Rules Broken?!, Microdrama Time Traveling Terbaru di V+Short
Berita Terkini
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved