Obral Tanah Gratis, Erick Thohir Sebut Investor Engga Usah Pusing Pembebasan Lahan

loading...
Obral Tanah Gratis, Erick Thohir Sebut Investor Engga Usah Pusing Pembebasan Lahan
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, investor tidak usah pusing dengan pembebasan lahan yang kerap kali dikeluhkan serta engan perizinan yang bakal makin mudah di Indonesia. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah fokus memperbaiki dan membangun ekosistem yang baik untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke dalam negeri. Salah satunya pembebasan lahan yang kerap kali dikeluhkan oleh investor, tidak lagi menjadi beban.

(Baca Juga: Tanah Gratis Selama 10 Tahun Jadi Karpet Merah Bagi Investor)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, investor tidak usah pusing dengan perizinan yang bakal mudah di Indonesia. "Jadi kita bisa bersaing dengan negara lain, para investor asing dan lokal yang ingin masuk sudah tidak perlu lagi pusing membebaskan tanah. Karena tanahnya sudah tersedia, dan langsung diurus BKPM dan sudah disiapkan," ujar Erick Thohir dalam diskusi virtual, Rabu (16/9/2020)

Dia mencontohkan, dukungan pemerintah dalam menarik investasi tersebut terlihat dari masifnya pembangunan kawasan investasi di Batang, Jawa Tengah. Sepanjang 4.000 lahan dihubungkan langsung dengan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik dan sumber air.



"Suplai chain dilakukan tapi kita tidak mau jadi menara gading, tetap kita bangun ekosistem yang baik dengan swasta, karena itu dalam penugasan kita banyak juga mendukung program yang harus dilakukan pembangunan kawasan industri Batang. Dimana lahannya 4.000 lebih sudah langsung sambungkan dengan infra pendukung seperti jalan, listrik dan air," jelasnya.

(Baca Juga: Rayu Investor Inggris, Kepala BKPM Iming-imingi Omnibus Law)

Sambung Erick Thohir menambahkan, perbaikan-perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga menjamin masuknya investasi jangka panjang terutama dalam masa pandemi saat ini. "Nah ini yang meyakinkan kita dan informasi yang saya dapatkan dari kepala BKPM beberapa investor siap realoaksikan pabriknya ke Indonesia," tandasnya.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top