Kuota Impor BBM SPBU Swasta Dipastikan Naik di 2026, Berapa Besarannya?
Selasa, 06 Januari 2026 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Laode menyebut pemberian kuota impor BBM untuk SPBU Swasta tahun 2026 akan mempertimbangkan konsumsi BBM pada tahun 2025. Pihaknya telah melakukan prognosa konsumsi BBM tahun 2025 hingga akhir Desember 2025. Termasuk menghitung kekurangan yang sebelumnya terjadi di SPBU swasta.
"Kemungkinan polanya seperti itu, 100 plus 10 persen. Tapi kan referensi tahunnya beda, kalau tahun ini pakai referensi tahun 2024, tahun depan (2026) pakai referensi (prognosa konsumsi BBM) tahun 2025," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, (7/11/2025).
Baca Juga: Dirjen Migas Beri Kode Kuota Impor BBM SPBU Swasta Tambah Besar Tahun Depan
Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengungkapkan, SPBU telah mengajukan kuota impor BBM kepada pemerintah. Jumlah kenaikan kuota impor akan disesuaikan dengan realisasi penjualan yang dilakukan tahun 2025.
"SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk tahun 2026. Seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen Migas. Untuk tahun 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
"Kemungkinan polanya seperti itu, 100 plus 10 persen. Tapi kan referensi tahunnya beda, kalau tahun ini pakai referensi tahun 2024, tahun depan (2026) pakai referensi (prognosa konsumsi BBM) tahun 2025," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, (7/11/2025).
Baca Juga: Dirjen Migas Beri Kode Kuota Impor BBM SPBU Swasta Tambah Besar Tahun Depan
Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengungkapkan, SPBU telah mengajukan kuota impor BBM kepada pemerintah. Jumlah kenaikan kuota impor akan disesuaikan dengan realisasi penjualan yang dilakukan tahun 2025.
"SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk tahun 2026. Seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen Migas. Untuk tahun 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
(akr)
Lihat Juga :