Ketiban Warisan Rp4.969 Triliun, Jumlah Miliarder Baru Membengkak
Selasa, 06 Januari 2026 - 09:38 WIB
loading...
Jumlah kekayaan miliarder yang diwariskan pada 2025 mencetak rekor, dimana nilainya mencapai USD298 miliar atau setara Rp4.969 triliun. Foto/Dok Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Jumlah kekayaan miliarder yang diwariskan pada 2025 mencetak rekor, dimana nilainya mencapai USD298 miliar atau setara Rp4.969 triliun (dengan kurs Rp16.677 per USD). Kucuran warisan itu menjadi transfer tertinggi yang pernah tercatat, untuk membentuk kembali kekuatan finansial di seluruh AS, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Studi Billionaire Ambitions Report terbaru dari UBS memperingatkan bahwa transfer kekayaan yang semakin cepat, senilai setidaknya USD5,9 triliun selama 15 tahun, siap mengubah cara keluarga mengelola aset, berpindah antar negara, dan mempersiapkan penerus untuk kepemimpinan.
Baca Juga: Daftar Miliarder Amerika Terkaya dengan Harta Warisan
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 91 penerus menjadi miliarder melalui warisan dalam kurun waktu 12 bulan hingga April 2025. Mereka menerima kekayaan lebih dari sepertiga dibandingkan penerima warisan pada 2024.
Eropa Barat mendominasi dengan hampir setengah dari penerus baru, sementara itu transfer kekayaan antar generasi di Timur Tengah dan Afrika diperkirakan mencapai USD152,7 miliar hingga 2040, terkonsentrasi di UEA (Uni Emirate Arab), Arab Saudi, Israel, dan Afrika Selatan.
Pada saat yang sama, kekayaan miliarder kembali meningkat dengan kuat ketika 196 individu yang mengumpulkan kekayaan sendiri melewati ambang satu miliar dolar pada tahun 2025. Angka tersebut jumlah tertinggi kedua dalam sejarah laporan ini.
Kekayaan gabungan mereka mencapai USD386,5 miliar, didorong oleh bisnis baru di bidang perangkat lunak, genetika, LNG, infrastruktur, dan ritel. Sebagai pengingat bahwa inovasi di luar siklus hype AI tetap menjadi mesin penciptaan kekayaan yang kuat.
AS memimpin gelombang ini dengan 92 miliarder baru yang membangun kekayaan dengan usaha mereka sendiri, Asia-Pasifik menambahkan 61, dipimpin oleh jaringan restoran China, investor perangkat lunak game, dan pengusaha kripto.
UBS memperkirakan kekayaan miliarder secara global meningkat menjadi USD15,8 triliun, atau naik 13% dalam satu tahun. Baca Juga: Bukan Harta Warisan, Rihanna Jadi Miliarder Wanita Termuda AS dengan Kekayaan Rp20,92 Triliun
Laporan tersebut juga menyoroti tren mencolok bahwa keluarga miliarder semakin bersifat internasional. Lebih dari sepertiga atau 36% dari responden telah pindah setidaknya sekali, sementara 9% lainnya sedang mempertimbangkan untuk pindah.
UEA, Swiss, Singapura, dan AS termasuk di antara tujuan favorit utama para miliarder, dipengaruhi oleh kualitas hidup, stabilitas geopolitik, dan pertimbangan pajak.
Mobilitas ini bisa secara signifikan mengubah ke mana warisan triliunan itu akhirnya mengalir. Sementara AS diproyeksikan akan menyerap hampir USD2,8 triliun dalam bentuk transfer, pola perpindahan tempat tinggal yang bergeser dapat mendiversifikasi aliran kekayaan secara global.
Banyak dari mereka mendorong ahli waris untuk mengejar minat mereka sendiri, mengembangkan ketahanan, dan menggunakan kekayaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
UBS mengatakan perubahan ini, jumlah warisan yang mencatat rekor, aktivitas kewirausahaan yang kuat, dan mobilitas global menandai titik balik bagi kekayaan di berbagai benua, membuka era baru bagi kepemimpinan keuangan lintas generasi.
Studi Billionaire Ambitions Report terbaru dari UBS memperingatkan bahwa transfer kekayaan yang semakin cepat, senilai setidaknya USD5,9 triliun selama 15 tahun, siap mengubah cara keluarga mengelola aset, berpindah antar negara, dan mempersiapkan penerus untuk kepemimpinan.
Baca Juga: Daftar Miliarder Amerika Terkaya dengan Harta Warisan
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 91 penerus menjadi miliarder melalui warisan dalam kurun waktu 12 bulan hingga April 2025. Mereka menerima kekayaan lebih dari sepertiga dibandingkan penerima warisan pada 2024.
Eropa Barat mendominasi dengan hampir setengah dari penerus baru, sementara itu transfer kekayaan antar generasi di Timur Tengah dan Afrika diperkirakan mencapai USD152,7 miliar hingga 2040, terkonsentrasi di UEA (Uni Emirate Arab), Arab Saudi, Israel, dan Afrika Selatan.
Pada saat yang sama, kekayaan miliarder kembali meningkat dengan kuat ketika 196 individu yang mengumpulkan kekayaan sendiri melewati ambang satu miliar dolar pada tahun 2025. Angka tersebut jumlah tertinggi kedua dalam sejarah laporan ini.
Kekayaan gabungan mereka mencapai USD386,5 miliar, didorong oleh bisnis baru di bidang perangkat lunak, genetika, LNG, infrastruktur, dan ritel. Sebagai pengingat bahwa inovasi di luar siklus hype AI tetap menjadi mesin penciptaan kekayaan yang kuat.
AS memimpin gelombang ini dengan 92 miliarder baru yang membangun kekayaan dengan usaha mereka sendiri, Asia-Pasifik menambahkan 61, dipimpin oleh jaringan restoran China, investor perangkat lunak game, dan pengusaha kripto.
UBS memperkirakan kekayaan miliarder secara global meningkat menjadi USD15,8 triliun, atau naik 13% dalam satu tahun. Baca Juga: Bukan Harta Warisan, Rihanna Jadi Miliarder Wanita Termuda AS dengan Kekayaan Rp20,92 Triliun
Laporan tersebut juga menyoroti tren mencolok bahwa keluarga miliarder semakin bersifat internasional. Lebih dari sepertiga atau 36% dari responden telah pindah setidaknya sekali, sementara 9% lainnya sedang mempertimbangkan untuk pindah.
UEA, Swiss, Singapura, dan AS termasuk di antara tujuan favorit utama para miliarder, dipengaruhi oleh kualitas hidup, stabilitas geopolitik, dan pertimbangan pajak.
Mobilitas ini bisa secara signifikan mengubah ke mana warisan triliunan itu akhirnya mengalir. Sementara AS diproyeksikan akan menyerap hampir USD2,8 triliun dalam bentuk transfer, pola perpindahan tempat tinggal yang bergeser dapat mendiversifikasi aliran kekayaan secara global.
Generasi Berikutnya Para Miliarder
Meski kekayaan yang diwariskan meningkat, sebagian besar keluarga super kaya ingin generasi berikutnya berhasil secara mandiri. Delapan dari 10 atau 82% miliarder yang disurvei mengatakan anak-anak mereka sebaiknya membangun karir sendiri daripada hanya mengandalkan uang warisan.Banyak dari mereka mendorong ahli waris untuk mengejar minat mereka sendiri, mengembangkan ketahanan, dan menggunakan kekayaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
UBS mengatakan perubahan ini, jumlah warisan yang mencatat rekor, aktivitas kewirausahaan yang kuat, dan mobilitas global menandai titik balik bagi kekayaan di berbagai benua, membuka era baru bagi kepemimpinan keuangan lintas generasi.
(akr)
Lihat Juga :