Tekanan Geopolitik Global Diprediksi Bebani Sektor Maritim Indonesia di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 - 20:53 WIB
loading...
Tekanan Geopolitik Global...
Konferensi pers awal tahun The National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, Rabu (7/1/2025). FOTO/Iqbal Dwi P
A A A
JAKARTA - Sektor maritim Indonesia diproyeksikan menghadapi tekanan berat sepanjang 2026 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, gangguan rantai pasok, serta risiko keamanan di jalur pelayaran utama dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik, memperbesar risiko distribusi barang, dan menekan daya saing ekonomi nasional yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai dinamika global yang berkembang belakangan ini akan memberi dampak langsung terhadap stabilitas perdagangan laut di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, eskalasi konflik internasional, termasuk invasi Amerika Serikat ke Venezuela, dapat mengganggu arus perdagangan global sekaligus meningkatkan risiko keamanan maritim.

"Jadi kita tahu saat ini ada peristiwa invasi Amerika ke Venezuela yang membuat arus perdagangan global agak terganggu, sudah pasti akan berpengaruh pada biaya logistik hingga keamanan maritim Indo-Pasifik," kata Siswanto dalam acara Konferensi Pers Awal Tahun The National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, Rabu (7/1/2025).

Baca Juga: Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional

Kepala Pusat Kajian Maritim Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim menilai lingkungan maritim global saat ini berada dalam situasi yang semakin kompleks dan sulit diprediksi. Menurutnya, laut bukan sekadar jalur distribusi ekonomi, tetapi juga ruang strategis yang menjadi titik temu kepentingan politik, militer, dan perdagangan internasional.

Salim mengatakan, meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan maritim global sekarang ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah hegemoni kekuatan antara Amerika Serikat dan China di kawasan. Teranyar soal invasi AS ke Venezuela. Kemudian potensi konflik yang bakal menyusul ialah konflik China-Taiwan.

"Kita harus mempersiapkan strategi maritim yang juga mencakup kebijakan pertahanan dan keamanan maritim yang mumpuni, sekaligus ditopang oleh teknologi maritim yang memadai. Kita di TNI AL sudah merumuskan itu," tegasnya.



Salim menegaskan bahwa Indonesia perlu menyiapkan strategi maritim yang komprehensif dan terintegrasi, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam kebijakan keamanan laut dan penguatan teknologi maritim. Menurutnya, kesiapan militer perlu dibarengi dengan penguatan sistem pemantauan, pengamanan jalur laut, serta koordinasi lintas lembaga agar Indonesia mampu merespons dinamika kawasan dengan cepat dan terukur.

Baca Juga: Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial

Sementara itu, dari perspektif diplomasi, mantan Deputy Chief of Mission KBRI Beijing, PLE Priatna, menilai bahwa kebijakan luar negeri harus berjalan seiring dengan kebijakan maritim nasional. Ia menekankan bahwa tanpa sinkronisasi antara diplomasi dan pembangunan sektor maritim, Indonesia akan sulit meningkatkan posisi tawar dalam percaturan ekonomi dan politik global.

"Kebijakan luar negeri harus terkait langsung dengan kebijakan maritim, termasuk pertahanan dan keamanan maritimnya. Dengan begitu, ekonomi maritim kita bisa lebih kompetitif di tengah dinamika global yang terus berubah," tambahnya.

Dari sisi domestik, pakar pelabuhan Wahyono Bimarso menyoroti masih besarnya tantangan struktural dalam pengelolaan sektor maritim nasional, terutama dalam kepelabuhanan, kenavigasian, angkutan perairan, serta perlindungan lingkungan laut. Ia menilai, konsistensi dalam menjalankan amanat Undang-Undang Pelayaran menjadi kunci untuk memperbaiki kinerja logistik dan memperkuat daya saing maritim Indonesia.

"Kita sebagai negara kepulauan masih menghadapi banyak tantangan dalam lingkup maritim. Kalau ini tidak dibenahi, kinerja logistik akan sulit meningkat dan biaya distribusi tetap tinggi," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Rekomendasi
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved