Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan di Sumatera Dikebut

Jum'at, 09 Januari 2026 - 17:48 WIB
loading...
Puluhan Alat Berat Dikerahkan,...
Puluhan alat berat dikerahkan untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera yang terdampak bencana. Puluhan alat berat dikerahkan untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas untuk memastikan mobilitas warga serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Fokus penanganan dilakukan secara paralel, terutama pada sektor sumber daya air dan konektivitas jalan nasional.

Baca Juga: Pratikno Klaim Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung Secara Bertahap

"Kami memprioritaskan normalisasi sungai, pengamanan tanggul, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Infrastruktur sumber daya air harus kembali berfungsi agar aktivitas warga pulih dan risiko bencana lanjutan dapat ditekan," ujar Dody dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).



Di lapangan, Hutama Karya mendukung pekerjaan darurat di sejumlah titik strategis yang berdampak langsung terhadap akses transportasi. Di Pidie Jaya, alat berat seperti excavator dimobilisasi untuk membersihkan material longsor. Sementara di Takengon, penanganan Jembatan Krueng Pelang diperkuat dengan pemasangan Jembatan Bailey serta dukungan crane, wheel loader, dan dump truck.

Dukungan juga dilakukan pada ruas Gayo Lues–Blangkejeren dengan pengerahan belasan unit excavator dan wheel loader guna mempercepat penanganan badan jalan. Pada wilayah Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur, pekerjaan mencakup perbaikan jalan akses serta pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur transportasi dari ancaman banjir.

Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, penanganan dilakukan di Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I, termasuk pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul, pemindahan jalan akses sementara, serta perbaikan badan jalan yang terdampak erosi.

Di Aceh Tamiang, percepatan pemulihan dilakukan di sejumlah titik seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Desa Lintang Kuala dengan dukungan lebih dari 10 unit alat berat yang terdiri dari excavator, motor grader, dan dump truck. Selain akses jalan, rehabilitasi instalasi pengolahan air (IPA) juga dilakukan untuk memulihkan layanan air bersih bagi warga.

Baca Juga: Pratikno: Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menyampaikan bahwa penanganan darurat difokuskan pada pembukaan kembali akses yang aman dan dapat dilalui kendaraan. Menurutnya, kondisi tanah dan aliran sungai yang masih dinamis menjadi tantangan utama dalam pekerjaan lapangan.

"Mobilisasi alat dan metode kerja diarahkan agar hasilnya cepat, tetapi tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dan keandalan infrastruktur agar konektivitas warga bisa terjaga selama masa pemulihan," ujarnya.

Pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh telah berlangsung sejak akhir November 2025 dan dikerjakan secara berkelanjutan. Lebih dari 100 personel diterjunkan untuk mendukung paket pekerjaan yang mencakup sektor sumber daya air, bina marga, serta fasilitas dasar masyarakat.

Pemerintah berharap percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan ini dapat mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada jalur darat untuk aktivitas perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kementerian PU Digeledah,...
Kementerian PU Digeledah, Menteri Dody Tegaskan Setiap Rupiah Dipakai Transparan dan Akuntabel
Menteri Dody Lapor Prabowo...
Menteri Dody Lapor Prabowo Sebelum Kejati DKI Geledah Kementerian PU: Kalau Salah, Saya Tanggung
Centrepark Dukung Korban...
Centrepark Dukung Korban Banjir Sumatera lewat Lelang Singlet Emas SEA Games 2025
Gebrakan RI, Ruas Jalan...
Gebrakan RI, Ruas Jalan Tol Bakal Dimodif Jadi Landasan Jet Tempur
39.000 Hektare Sawah...
39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
Legislator Sebut Kecepatan...
Legislator Sebut Kecepatan Pertamina Tangani Bencana Sumatera Dirasakan Betul
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Rendang dan Gulai Masuk...
Rendang dan Gulai Masuk Daftar Rebusan Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved