Baru Awal 2026, Negara-negara Berkembang Sudah Tarik Utang Rp741 Triliun
Jum'at, 09 Januari 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Melebar Tembus Rp695,1 Triliun, Dekati Batas 3% dari PDB
Derasnya penerbitan pada Januari ini mencerminkan momentum yang lebih luas di pasar utang negara berkembang. Sepanjang 2025, kelas aset ini mencatatkan imbal hasil dua digit yang mendekati kinerja ekuitas, didorong oleh pelemahan dolar AS dan kebijakan moneter global yang relatif akomodatif. Manajer investasi memperkirakan iklim positif tersebut berlanjut hingga 2026, dengan JPMorgan memproyeksikan potensi pengembalian di atas 8%.
Sentimen pasar juga diperkuat perkembangan politik di sejumlah negara. Obligasi Venezuela, misalnya, tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Agustus lalu menyusul penggulingan tak terduga Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa ini menegaskan betapa cepatnya premi risiko politik dapat menyusut di pasar emerging markets ketika persepsi risiko berubah.
Derasnya penerbitan pada Januari ini mencerminkan momentum yang lebih luas di pasar utang negara berkembang. Sepanjang 2025, kelas aset ini mencatatkan imbal hasil dua digit yang mendekati kinerja ekuitas, didorong oleh pelemahan dolar AS dan kebijakan moneter global yang relatif akomodatif. Manajer investasi memperkirakan iklim positif tersebut berlanjut hingga 2026, dengan JPMorgan memproyeksikan potensi pengembalian di atas 8%.
Sentimen pasar juga diperkuat perkembangan politik di sejumlah negara. Obligasi Venezuela, misalnya, tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Agustus lalu menyusul penggulingan tak terduga Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa ini menegaskan betapa cepatnya premi risiko politik dapat menyusut di pasar emerging markets ketika persepsi risiko berubah.
(nng)
Lihat Juga :