Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas lewat Program Pertapreneur Aggregator
Jum'at, 09 Januari 2026 - 20:45 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) mendorong perubahan mendasar dalam cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan bisnis. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang diinisiasi PT Pertamina (Persero) mendorong perubahan mendasar dalam cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan bisnisnya. Program pendampingan berkelanjutan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, peningkatan kualitas usaha, serta perluasan akses pasar.
Perubahan tersebut dirasakan Harumi Kartini, founder Harumi Fashion asal Jakarta yang masuk dalam 10 besar peserta Pertapreneur Aggregator 2025. Berawal dari usaha jasa desain kemasan, branding visual, hingga strategi visual storytelling, Harumi kini mengembangkan lini desain fashion busana muslim, seperti baju, mukena, dan jilbab, yang diminati UMKM untuk memperkuat identitas produknya.
“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi dalam keterangan pers, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Melalui proses pembinaan di Pertapreneur Aggregator, Harumi mulai meninggalkan pola usaha yang bertumpu pada figur pendiri menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan kolaborasi. Pandangan ini tumbuh dari kesadarannya bahwa UMKM dengan produk berkualitas perlu didukung tampilan visual yang profesional agar mampu bersaing di pasar.
Bagi Harumi, dampak perubahan tersebut terasa langsung dalam keseharian bisnis. Standarisasi kerja, pembagian peran, serta pengambilan keputusan yang sebelumnya terpusat kini dijalankan melalui sistem. Harumi Fashion bahkan untuk pertama kalinya menyelenggarakan rapat tahunan sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan bahwa penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat sejalan dengan Asta Cita Poin 3, yakni penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan. “UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 5.888 Sertifikasi UMKM Mitra Binaan di 2025
Transformasi tersebut juga mengubah cara Harumi mengambil keputusan bisnis. Ia kini lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang agar arah usaha tetap jelas dan terukur. Perannya sebagai CEO pun bergeser menjadi lebih strategis dibanding operasional.
Melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina menyiapkan UMKM agar tidak hanya bertumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi. Dengan sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Perubahan tersebut dirasakan Harumi Kartini, founder Harumi Fashion asal Jakarta yang masuk dalam 10 besar peserta Pertapreneur Aggregator 2025. Berawal dari usaha jasa desain kemasan, branding visual, hingga strategi visual storytelling, Harumi kini mengembangkan lini desain fashion busana muslim, seperti baju, mukena, dan jilbab, yang diminati UMKM untuk memperkuat identitas produknya.
“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi dalam keterangan pers, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Melalui proses pembinaan di Pertapreneur Aggregator, Harumi mulai meninggalkan pola usaha yang bertumpu pada figur pendiri menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan kolaborasi. Pandangan ini tumbuh dari kesadarannya bahwa UMKM dengan produk berkualitas perlu didukung tampilan visual yang profesional agar mampu bersaing di pasar.
Bagi Harumi, dampak perubahan tersebut terasa langsung dalam keseharian bisnis. Standarisasi kerja, pembagian peran, serta pengambilan keputusan yang sebelumnya terpusat kini dijalankan melalui sistem. Harumi Fashion bahkan untuk pertama kalinya menyelenggarakan rapat tahunan sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan bahwa penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat sejalan dengan Asta Cita Poin 3, yakni penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan. “UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 5.888 Sertifikasi UMKM Mitra Binaan di 2025
Transformasi tersebut juga mengubah cara Harumi mengambil keputusan bisnis. Ia kini lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang agar arah usaha tetap jelas dan terukur. Perannya sebagai CEO pun bergeser menjadi lebih strategis dibanding operasional.
Melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina menyiapkan UMKM agar tidak hanya bertumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi. Dengan sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :