Kuota Impor Dipangkas Jadi 30.000 Ton, Pengusaha Daging Protes

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:02 WIB
loading...
A A A
Para importir juga menyoroti adanya ketimpangan dalam distribusi mandat impor. Marina memaparkan bahwa dari total kuota impor 297.000 ton yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, porsi terbesar dialokasikan kepada BUMN, yakni PT Berdikari dan PT PPI. Alokasi tersebut mencakup 100.000 ton daging kerbau India, 75.000 ton daging sapi Brasil, serta 75.000 ton dari negara mitra lainnya.

Sebaliknya, sebanyak 108 perusahaan swasta harus berbagi jatah di angka 30.000 ton, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan industri. Selain volume yang menyusut, pengusaha juga mengeluhkan pembatasan jenis produk (kode HS) yang boleh diimpor, yang dinilai tidak memberikan ruang fleksibilitas bagi kebutuhan pasar yang beragam.

Kondisi ini dipandang bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang sempat mengarahkan penyederhanaan birokrasi impor, terutama untuk komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Pelaku usaha menyayangkan bahwa arahan strategis tersebut belum sepenuhnya terimplementasi dalam tatanan teknis di kementerian terkait.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Dugaan Pengancaman Pengusaha dan Monopoli Impor Daging

Sektor yang paling terdampak langsung dari pembatasan ini adalah industri Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka). Marina menekankan bahwa industri Horeka membutuhkan spesifikasi daging tertentu yang selama ini dipenuhi oleh swasta. Ketidakmampuan pemenuhan stok dari jalur swasta dikhawatirkan akan mengganggu kinerja sektor pariwisata dan kuliner yang menjadi tulang punggung ekonomi riil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
2022, Produksi Beras...
2022, Produksi Beras Indonesia Naik Jadi 32,07 Juta Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved