Hindari Sanksi AS, Irak Nasionalisasi Ladang Minyak West Qurna 2

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:00 WIB
loading...
Hindari Sanksi AS, Irak...
Pemerintah Irak memutuskan menasionalisasi operasi ladang minyak West Qurna 2. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Pemerintah Irak memutuskan menasionalisasi operasi ladang minyak West Qurna 2, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, sebagai langkah antisipatif untuk mencegah gangguan produksi akibat sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan energi Rusia, Lukoil.



Keputusan itu diambil setelah Dewan Kabinet Irak menyetujui pengalihan sementara pengelolaan West Qurna 2 kepada perusahaan minyak negara, Basra Oil Company, selama 12 bulan. Dalam periode tersebut, Pemerintah Irak akan mencari pembeli atas 75% saham Lukoil di ladang minyak strategis tersebut.

Baca Juga: Kondisi Darurat, Iran Hentikan Total Ekspor Gas ke Irak

Langkah nasionalisasi ini menyusul pernyataan force majeure oleh Lukoil pada November lalu, setelah Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap Lukoil dan Rosneft. Sanksi yang diumumkan pada Oktober dan berlaku efektif sejak 21 November itu merupakan bagian dari tekanan Washington terhadap Moskow terkait konflik Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
Berita Terkini
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Infografis
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved