Hindari Sanksi AS, Irak Nasionalisasi Ladang Minyak West Qurna 2

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:00 WIB
loading...
A A A
West Qurna 2 memiliki peran vital bagi sektor energi Irak dengan produksi sekitar 465.000 hingga 480.000 barel minyak per hari. Ladang minyak ini menyumbang sekitar 0,5% pasokan minyak global dan sekitar 9% dari total produksi minyak Irak, yang merupakan produsen terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi.

"Kami bertujuan menjaga produksi berjalan lancar saat Irak menghadapi ketidakpastian akibat sanksi AS dan akan mencari calon pembeli untuk saham Lukoil selama periode 12 bulan," ujar seorang pejabat Basra Oil Company kepada Reuters, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga: Sejarah Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland, dari Abad ke-19 hingga Era Trump

Pejabat tersebut menegaskan produksi di lapangan tetap stabil. Untuk menopang operasional, Dewan Kabinet menyetujui skema pembiayaan melalui rekening ladang minyak Majnoon yang diperkuat dengan hasil penjualan minyak mentah oleh pemasar minyak negara, SOMO. Basra Oil Company akan menanggung gaji pekerja lokal, biaya operasional, serta pembayaran kepada subkontraktor.

Sementara itu, sanksi terhadap Lukoil memicu minat sejumlah investor global. Sekitar selusin calon pembeli, termasuk Exxon Mobil, Chevron, dan perusahaan ekuitas swasta Carlyle, disebut tertarik mengakuisisi saham West Qurna 2. Lukoil sendiri menghadapi tenggat waktu hingga 17 Januari untuk melepas aset luar negerinya yang diperkirakan bernilai sekitar USD22 miliar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Rekomendasi
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved