Mengapa AS Kepincut Minyak Venezuela, Apa Istimewanya?

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:58 WIB
loading...
A A A
Penyulingan Amerika bisa mendapatkan keuntungan finansial dari pengolahan lebih banyak minyak mentah, dan hal itu dapat meningkatkan ketersediaan diesel dan bahan bakar jet, kata Kevin Book, direktur pelaksana ClearView Energy Partners.

“Tampaknya ada dua tujuan. Yang pertama adalah secara keseluruhan menurunkan harga energi dengan menambah pasokan global, dan yang kedua adalah memproduksi lebih banyak minyak mentah berat dan asam yang saat ini jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jenis lainnya,” kata Book.

Baca Juga: Trump Perintahkan Venezuela Putus Hubungan dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba

“Yang pertama umumnya menguntungkan pengguna akhir di mana saja karena harga yang lebih rendah mengurangi biaya transportasi dan energi," sambungnya.

Namun lebih banyak minyak mentah Venezuela tidak selalu membantu produsen minyak AS, karena memiliki lebih banyak minyak di pasar dapat menurunkan harga minyak. Pada akhirnya bisa mengurangi produksi dan menyulitkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tetap meraup untung.

Peluang Raksasa Minyak AS

Setelah Chavez menasionalisasi ratusan bisnis swasta dan aset milik asing pada tahun 2007, termasuk proyek minyak yang dijalankan oleh Exxon Mobil dan ConocoPhillips. Panel arbitrase internasional memerintahkan Venezuela untuk membayar kembali miliaran dolar kepada kedua perusahaan tersebut, tetapi utang itu belum ditagih.

Secara teori, jika sanksi dicabut dan Venezuela berada di bawah kepemimpinan baru, perusahaan raksasa minyak bisa berinvestasi dalam infrastruktur dan mendapat keuntungan dari penjualan minyak.

Trump mengatakan, dia berpikir industri minyak Venezuela yang hancur bisa dibangun kembali dalam waktu kurang dari 18 bulan dengan dukungan AS. Dia membayangkan perusahaan minyak besar kembali ke Venezuela untuk melakukan investasi tersebut dan mendapatkan keuntungan dari industri minyaknya.

Namun mengingat kerusuhan dan infrastruktur yang rusak parah selama beberapa dekade, para ahli memperkirakan, kecil kemungkinannya perusahaan minyak memasukan Venezuela dalam daftar utama tujuan investasi.

“Bayangkan Anda adalah Exxon dan memiliki operasi global. Ke mana Anda akan menaruh uang Anda? Di tempat yang akan memberi Anda keuntungan paling besar,” kata Galimberti.

Perusahaan juga membutuhkan jaminan bahwa asetnya tidak akan diambil lagi oleh pemerintahan di masa depan, kata Daniel Sternoff, peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia.

“Anda perlu memulai dengan stabilitas politik sebagai dasar, sebelum perusahaan tertarik untuk melakukan jenis investasi seperti itu,” kata Sternoff.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rekomendasi
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved