Mengapa AS Kepincut Minyak Venezuela, Apa Istimewanya?
Minggu, 11 Januari 2026 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Penyulingan Amerika bisa mendapatkan keuntungan finansial dari pengolahan lebih banyak minyak mentah, dan hal itu dapat meningkatkan ketersediaan diesel dan bahan bakar jet, kata Kevin Book, direktur pelaksana ClearView Energy Partners.
“Tampaknya ada dua tujuan. Yang pertama adalah secara keseluruhan menurunkan harga energi dengan menambah pasokan global, dan yang kedua adalah memproduksi lebih banyak minyak mentah berat dan asam yang saat ini jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jenis lainnya,” kata Book.
Baca Juga: Trump Perintahkan Venezuela Putus Hubungan dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba
“Yang pertama umumnya menguntungkan pengguna akhir di mana saja karena harga yang lebih rendah mengurangi biaya transportasi dan energi," sambungnya.
Namun lebih banyak minyak mentah Venezuela tidak selalu membantu produsen minyak AS, karena memiliki lebih banyak minyak di pasar dapat menurunkan harga minyak. Pada akhirnya bisa mengurangi produksi dan menyulitkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tetap meraup untung.
Secara teori, jika sanksi dicabut dan Venezuela berada di bawah kepemimpinan baru, perusahaan raksasa minyak bisa berinvestasi dalam infrastruktur dan mendapat keuntungan dari penjualan minyak.
Trump mengatakan, dia berpikir industri minyak Venezuela yang hancur bisa dibangun kembali dalam waktu kurang dari 18 bulan dengan dukungan AS. Dia membayangkan perusahaan minyak besar kembali ke Venezuela untuk melakukan investasi tersebut dan mendapatkan keuntungan dari industri minyaknya.
Namun mengingat kerusuhan dan infrastruktur yang rusak parah selama beberapa dekade, para ahli memperkirakan, kecil kemungkinannya perusahaan minyak memasukan Venezuela dalam daftar utama tujuan investasi.
“Bayangkan Anda adalah Exxon dan memiliki operasi global. Ke mana Anda akan menaruh uang Anda? Di tempat yang akan memberi Anda keuntungan paling besar,” kata Galimberti.
Perusahaan juga membutuhkan jaminan bahwa asetnya tidak akan diambil lagi oleh pemerintahan di masa depan, kata Daniel Sternoff, peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia.
“Anda perlu memulai dengan stabilitas politik sebagai dasar, sebelum perusahaan tertarik untuk melakukan jenis investasi seperti itu,” kata Sternoff.
“Tampaknya ada dua tujuan. Yang pertama adalah secara keseluruhan menurunkan harga energi dengan menambah pasokan global, dan yang kedua adalah memproduksi lebih banyak minyak mentah berat dan asam yang saat ini jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jenis lainnya,” kata Book.
Baca Juga: Trump Perintahkan Venezuela Putus Hubungan dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba
“Yang pertama umumnya menguntungkan pengguna akhir di mana saja karena harga yang lebih rendah mengurangi biaya transportasi dan energi," sambungnya.
Namun lebih banyak minyak mentah Venezuela tidak selalu membantu produsen minyak AS, karena memiliki lebih banyak minyak di pasar dapat menurunkan harga minyak. Pada akhirnya bisa mengurangi produksi dan menyulitkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tetap meraup untung.
Peluang Raksasa Minyak AS
Setelah Chavez menasionalisasi ratusan bisnis swasta dan aset milik asing pada tahun 2007, termasuk proyek minyak yang dijalankan oleh Exxon Mobil dan ConocoPhillips. Panel arbitrase internasional memerintahkan Venezuela untuk membayar kembali miliaran dolar kepada kedua perusahaan tersebut, tetapi utang itu belum ditagih.Secara teori, jika sanksi dicabut dan Venezuela berada di bawah kepemimpinan baru, perusahaan raksasa minyak bisa berinvestasi dalam infrastruktur dan mendapat keuntungan dari penjualan minyak.
Trump mengatakan, dia berpikir industri minyak Venezuela yang hancur bisa dibangun kembali dalam waktu kurang dari 18 bulan dengan dukungan AS. Dia membayangkan perusahaan minyak besar kembali ke Venezuela untuk melakukan investasi tersebut dan mendapatkan keuntungan dari industri minyaknya.
Namun mengingat kerusuhan dan infrastruktur yang rusak parah selama beberapa dekade, para ahli memperkirakan, kecil kemungkinannya perusahaan minyak memasukan Venezuela dalam daftar utama tujuan investasi.
“Bayangkan Anda adalah Exxon dan memiliki operasi global. Ke mana Anda akan menaruh uang Anda? Di tempat yang akan memberi Anda keuntungan paling besar,” kata Galimberti.
Perusahaan juga membutuhkan jaminan bahwa asetnya tidak akan diambil lagi oleh pemerintahan di masa depan, kata Daniel Sternoff, peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia.
“Anda perlu memulai dengan stabilitas politik sebagai dasar, sebelum perusahaan tertarik untuk melakukan jenis investasi seperti itu,” kata Sternoff.
Lihat Juga :