Meneropong Market Outlook 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:01 WIB
loading...
A A A
Dari sisi fiskal, defisit fiskal tetap terjaga dengan defisit yang diproyeksikan berada di bawah 3% PDB. Sementara itu belanja pemerintah pada 2026 diproyeksikan meningkat dengan fokus pada program prioritas nasional, termasuk sektor sosial, pangan, dan infrastruktur, serta keberlanjutan stimulus ekonomi.

Sementara itu, investasi sebagai kontributor terbesar kedua diperkirakan membaik, sejalan dengan perbaikan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) yang konsisten berada di atas level ekspansif 50. Meski demikian, Camar menekankan bahwa tantangan utama tetap berada pada aspek eksekusi dan koordinasi antar lembaga, agar momentum pemulihan ekonomi dapat terjaga secara berkelanjutan.

Dari sisi pasar obligasi, hingga akhir September 2025 pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp710,55 triliun, atau sekitar 79% dari target lelang tahun 2025. Dengan sisa penerbitan sekitar Rp180 triliun pada kuartal IV, target tersebut dinilai masih sangat manageable.

Kepemilikan SBN terus didominasi oleh investor domestik, mencerminkan keyakinan pasar terhadap stabilitas dan kredibilitas obligasi pemerintah Indonesia.

“Tingginya likuiditas domestik serta pergeseran alokasi dari SRBI ke SBN menunjukkan bahwa obligasi pemerintah masih menjadi instrumen utama bagi investor dalam menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas global,” kata Camar.

Volume obligasi jatuh tempo yang mencapai sekitar Rp218,9 triliun pada Oktober 2025 berpotensi menyuntikkan likuiditas signifikan ke sistem keuangan. Likuiditas ini diperkirakan akan kembali mengalir ke SBN maupun obligasi korporasi, yang masih menawarkan imbal hasil menarik.

Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia bergerak dalam volatilitas yang tinggi. Arus dana asing sempat mencatatkan outflow hingga Rp54 triliun pada September 2025, terutama pada saham-saham large cap seperti sektor keuangan dan konsumer.

Namun sentimen mulai membaik pada Oktober–November 2025 dengan kembalinya inflow asing sekitar Rp25 triliun, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap pasar domestik.

Camar menguraikan, bahwa dari sisi earnings performance secara keseluruhan kinerja laba emiten di IHSG terkontraksi sekitar 9% sepanjang 9M-2025, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kinerja IHSG setahun kebelakang.

“Hingga penutupan Desember 2025, IHSG tercatat mengalami kenaikan 22,1% ke level 8.646, dimana penguatan tersebut terutama didorong oleh saham-saham konglomerasi seperti DSSA, DCII, BRPT, TLKM, ASII, dan BRMS. Sementara itu, saham-saham big cap tradisional, khususnya perbankan, seperti yang mendominasi indeks LQ45 naik sebesar 2,41% dan SRI Kehati sebesar 2,02%,” papar Camar.

Sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang semakin solid tersebut, Camar menilai bahwa tahun 2026 dapat membawa optimisme bagi investor untuk mulai berfokus pada peluang pertumbuhan di pasar saham. Pulihnya daya beli masyarakat diprediksi akan menjadi bahan bakar utama bagi kenaikan kinerja perusahaan-perusahaan di bursa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Global Bergejolak,...
Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved