Meneropong Market Outlook 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:01 WIB
loading...
Meneropong Market Outlook...
PT Insight Investments Management (PT IIM) memandang tahun 2026 sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Insight Investments Management (PT IIM) memandang tahun 2026 sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang, seiring dengan dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian serta prospek ekonomi domestik yang menunjukkan pemulihan yang semakin solid.

Secara global, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan masih stagnan di kisaran 3,2% sejak 2023 hingga 2026. Ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis iklim, serta dampak lanjutan pandemi COVID-19 masih menjadi faktor utama yang menekan outlook ekonomi global .

Amerika Serikat dan Eropa sebagai negara maju (developed market) menunjukkan ketahanan yang relatif baik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS sekitar 2% pada 2025 dan diperkirakan melambat menjadi 1,7%, seiring dampak lagging dari kebijakan tarif proteksionis.

“Kebijakan tarif Amerika Serikat yang bersifat proteksionis justru meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi berpengaruh negatif terhadap Amerika Serikat sendiri. Dampaknya terhadap aktivitas bisnis dan investasi baru akan semakin terasa ke depan,” jelas Direktur PT IIM, Camar Remoa, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Insight Investments Management Curi Perhatian di Dua Ajang Bergengsi

Di sisi lain, negara berkembang (emerging markets) masih menjadi motor pertumbuhan global. India mencatatkan pertumbuhan tertinggi, disusul oleh China dan Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan relatif solid.

Pada paruh pertama 2025, pertumbuhan global bahkan tercatat lebih tangguh dari perkiraan, didorong oleh front-loading produksi dan perdagangan menjelang kenaikan tarif, investasi terkait Artificial Intelligence (AI) di AS, serta dukungan fiskal pemerintah Tiongkok.

Memasuki 2026, PT IIM memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mencapai 5,2%, didorong oleh membaiknya permintaan domestik dan stabilitas makro ekonomi. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB menunjukkan penguatan.

Hal ini tercermin dari data Consumer Confidence Index (CCI) yang terus menguat, menandakan pulihnya kepercayaan masyarakat. CCI November 2025 berada pada level 124 yang menandakan konsumsi semakin solid dan mengindikasikan keyakinan masyarakat yang terus membaik.

Didorong oleh tren suku bunga yang lebih rendah, masyarakat diharapkan akan lebih terstimulasi untuk meningkatkan belanja. Sebagai catatan, pemerintah turut memberikan katalis positif melalui Economic Acceleration Package senilai Rp16 triliun yang mulai berdampak pada pemulihan daya beli masyarakat pada paruh kedua 2025.

Inflasi juga terkendali di bawah 3%, sesuai dengan target Bank Indonesia, yang menandakan efektivitas kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga.

“Pemulihan ekonomi domestik mulai terlihat lebih merata. Kepercayaan konsumen yang membaik, inflasi yang terkendali, serta dukungan kebijakan moneter dan fiskal menjadi kombinasi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” jelas Camar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Global Bergejolak,...
Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved