Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Anda Nggak Usah Takut
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Keyakinan tersebut, lanjut dia, juga didukung kinerja ekonomi yang terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sekitar 5,45 persen dan pemerintah berkomitmen mendorong akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun ini. "Kalau ekonomi membaik terus, harusnya rupiah menguat hampir otomatis. Modal asing akan masuk ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan lebih tinggi," ujarnya.
Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
Optimisme pemerintah sejalan dengan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyatakan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026) dipengaruhi tekanan eksternal dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.
BI, kata Erwin, terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar off-shore dan domestik, termasuk transaksi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Meski secara tahun berjalan rupiah terdepresiasi sekitar 1,04 persen, BI mencatat ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, yang dinilai cukup sebagai penyangga di tengah ketidakpastian moneter global.
Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
Optimisme pemerintah sejalan dengan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyatakan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026) dipengaruhi tekanan eksternal dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.
BI, kata Erwin, terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar off-shore dan domestik, termasuk transaksi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Meski secara tahun berjalan rupiah terdepresiasi sekitar 1,04 persen, BI mencatat ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, yang dinilai cukup sebagai penyangga di tengah ketidakpastian moneter global.
(nng)
Lihat Juga :