Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Anda Nggak Usah Takut

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:14 WIB
loading...
Rupiah Melemah Menuju...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Ia menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan meyakini rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional. "Dua minggu ini rupiah bakal menguat," ujar Purbaya singkat saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Dolar AS Dekati Rp17.000, BI Beberkan Penyebab Rupiah Tersungkur

Menurut Purbaya, daya tarik perekonomian Indonesia masih sangat tinggi bagi investor global. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mendekati 6 persen pada tahun ini diyakini akan mendorong arus masuk modal asing ke pasar domestik.

"Jadi nggak usah takut. Fondasi kita kuat. Rupiah akan menguat karena modal akan masuk ke sini. Orang Indonesia yang menaruh uangnya di luar negeri juga akan balik dan berbisnis di dalam negeri," kata Purbaya.



Keyakinan tersebut, lanjut dia, juga didukung kinerja ekonomi yang terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sekitar 5,45 persen dan pemerintah berkomitmen mendorong akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun ini. "Kalau ekonomi membaik terus, harusnya rupiah menguat hampir otomatis. Modal asing akan masuk ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan lebih tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham

Optimisme pemerintah sejalan dengan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyatakan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026) dipengaruhi tekanan eksternal dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.

BI, kata Erwin, terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar off-shore dan domestik, termasuk transaksi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Meski secara tahun berjalan rupiah terdepresiasi sekitar 1,04 persen, BI mencatat ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, yang dinilai cukup sebagai penyangga di tengah ketidakpastian moneter global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Gol Messi Bawa Argentina...
Gol Messi Bawa Argentina Unggul atas Aljazair di Babak Pertama
Berita Terkini
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved