Tampung Rokok Ilegal, Purbaya Siapkan Layer Cukai Tambahan Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:30 WIB
loading...
Tampung Rokok Ilegal,...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah satu lapisan baru dalam struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebagai upaya menampung peredaran rokok ilegal agar masuk ke jalur resmi dan mulai menyetor pungutan kepada negara.

Kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan ruang legal bagi produsen rokok tanpa pita cukai agar dapat beroperasi secara patuh terhadap ketentuan perpajakan dan cukai yang berlaku.

"Kami akan memastikan satu layer baru mungkin masih didiskusikan ya untuk memberi ruang kepada yang ilegal-ilegal untuk masuk menjadi legal. Jadi mereka akan bayar pajak juga nanti," ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Purbaya Buru 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Ada dari China hingga Indonesia

Purbaya menyampaikan, pembahasan terkait penambahan lapisan baru CHT itu saat ini masih berlangsung bersama para produsen rokok yang menjadi sasaran kebijakan. Ia menargetkan aturan tersebut dapat diterbitkan dalam waktu dekat. "Nanti kalau peraturan keluar mungkin minggu depan kali ya. Kalau mereka masih main-main saya akan hantam semuanya. Nggak ada ampun lagi," tegas Purbaya.

Rencana ini muncul sebagai respons atas meningkatnya peredaran rokok ilegal di Tanah Air. Kementerian Keuangan mencatat, sepanjang 2025 aparat berhasil menindak sekitar 1,4 miliar hingga 1,5 miliar batang rokok ilegal.



Jumlah tersebut melonjak tajam sebesar 77,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 792 juta batang rokok ilegal. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya mengungkapkan bahwa angka penindakan itu baru mencerminkan sebagian kecil dari kondisi sebenarnya di lapangan. "Tetapi kalau kami memahami bahwa di luar sana masih belasan miliar lagi yang sifatnya itu ilegal," ungkap Suahasil beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK, Purbaya Tegaskan Lakukan Pendampingan

Dari sisi penerimaan negara, cukai tetap menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp221,7 triliun pada 2025. Meski menurun dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp226,4 triliun seiring turunnya produksi hasil tembakau sekitar 3 persen secara tahunan, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek penerimaan ke depan.

Secara keseluruhan, total penerimaan dari cukai, bea masuk, dan bea keluar sepanjang 2025 mencapai Rp300,3 triliun atau setara 99,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berharap penambahan lapisan CHT dapat mengoptimalkan potensi penerimaan dari pasar rokok ilegal sekaligus mendorong kepatuhan industri hasil tembakau.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Rekomendasi
Babak Kedua Prancis...
Babak Kedua Prancis vs Irak Tertunda Akibat Badai Petir
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved