Ledakan AI Guncang Pasar Kerja Global, 40% Pekerjaan Manusia Terancam

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:47 WIB
loading...
A A A
IMF mencatat pekerja yang menguasai keterampilan baru berpotensi memperoleh manfaat finansial. Di Inggris dan Amerika Serikat, lowongan yang menuntut keterampilan baru menawarkan upah sekitar 3 persen lebih tinggi, bahkan meningkat hingga 15 persen di Inggris dan 8,5 persen di AS untuk peran yang memerlukan empat keterampilan baru atau lebih.

Namun, dampak AI dinilai tidak sepenuhnya positif. Tingkat pekerjaan di sektor yang rentan terhadap AI tercatat 3,6 persen lebih rendah setelah lima tahun di wilayah dengan permintaan tinggi terhadap keterampilan tersebut, sementara posisi tingkat pemula menghadapi risiko lebih besar akibat menurunnya perekrutan seiring adopsi AI generatif.

Reformasi Pendidikan Mendesak

Georgieva menekankan perlunya perancangan ulang sistem pendidikan agar selaras dengan ekonomi berbasis AI, dengan fokus pada kemampuan kognitif, kreatif, dan teknis yang melengkapi, bukan bersaing dengan teknologi. Ia juga mendorong penguatan jaring pengaman sosial, penyediaan perumahan terjangkau, serta pengaturan kerja fleksibel bagi pekerja yang terdampak.

Baca Juga: Bareskrim: Manipulasi Foto Asusila lewat Grok AI Dapat Dipidana

Peringatan IMF muncul di tengah gelombang gangguan tenaga kerja global, dengan pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi melebihi 244.000 pada 2025. Penelitian menunjukkan AI dan otomatisasi menjadi pendorong utama, sementara di Amerika Serikat hampir 50.000 pemotongan pekerjaan tahun lalu dikaitkan langsung dengan adopsi teknologi tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Tingkatkan Efektivitas...
Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Rekomendasi
Waspada! Olahraga Berlebihan...
Waspada! Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Mengganggu Siklus Haid
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved