Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:14 WIB
loading...
Gelar Festival Nanas,...
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
PEKANBARU - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi melalui penyelenggaraan Festival Nanas di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi wadah menyerap aspirasi petani sekaligus memperkuat nilai tambah komoditas nanas.

Momentum tersebut dimanfaatkan petani nanas asal Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sendo Naminrova, untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi petani terkait kepastian lahan garapan. Di desa tersebut terdapat lahan nanas seluas 108 hektare yang sebagian besar masih berstatus milik pihak lain.

"Pak, di Desa Rimbo Panjang ini ada lahan seluas 108 Ha untuk budidaya nanas. Namun lahan yang saya garap itu bukan milik pribadi, tetapi milik orang lain yang bersedia memberikan pemanfaatannya kepada saya," ujar Sendo dalam pertemuan di BPPMT Pekanbaru, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi

Pria berusia 61 tahun itu menjelaskan, terdapat 38 petani nanas di desanya. Dari satu hektare lahan, produksi bisa mencapai 19.000 buah nanas dengan harga jual sekitar Rp6.000 per buah. "Dari menanam nanas inilah kami bisa menyekolahkan anak-anak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Viva Yoga menyatakan bahwa salah satu amanat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Transmigrasi adalah menjalankan reforma agraria melalui program transmigrasi karya nusa atau transmigrasi lokal. "Tanah yang diberikan bukan sekadar lahan namun juga sebagai sumber ekonomi untuk meningkatkan pendapatan rakyat," ujarnya. "Jadi yang belum memiliki lahan bisa ikut program transmigrasi," tambahnya.



Viva Yoga juga mengapresiasi Kampar sebagai sentra nanas dengan tiga desa utama, yakni Rimbo Panjang, Pagaruyung, dan Kualu Nenas, yang memiliki ribuan hektare lahan. Untuk memperkuat pemberdayaan, BPPMT Pekanbaru menggelar Festival Nanas bertema Pengembangan Komoditas Nanas sebagai Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi, yang menampilkan berbagai olahan seperti sirup, dodol, keripik, dan jajanan tradisional berbahan nanas.

Sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan, Kementerian Transmigrasi merencanakan pembangunan rumah produksi nanas. "Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris," ujar Viva Yoga.

Baca Juga: Kementrans Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden ke Warga Kawasan Transmigrasi Barelang

Pusat edukasi yang berada di area belakang BPPMT Pekanbaru itu diharapkan menjadi sarana pelatihan bagi calon transmigran. "Mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana," ujarnya. "Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat," tambah mantan Presidium MN KAHMI itu.

Sementara itu, Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir menyebut nanas memiliki keunggulan adaptif karena dapat ditanam di lahan tandus, gambut, maupun tanah kurang subur. "Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru," tegasnya. Adapun menurut Sendo, nanas moris unggul karena rasanya manis, harum, tahan hama, dan mampu bertahan hingga satu minggu pascapanen.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentrans Ungkap Ada...
Mentrans Ungkap Ada 13 Titik Potensi Ladang Minyak Baru di Kawasan Transmigrasi
Ceruk Ekspor Baru dari...
Ceruk Ekspor Baru dari Kawasan Transmigrasi Tembus Rp4,8 Triliun ke China
Wamen Viva Yoga Ajak...
Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi
Wamen Viva Yoga Dorong...
Wamen Viva Yoga Dorong Bali jadi Pusat Riset dan Budidaya Bambu Dunia
Gandeng Krisna Bali,...
Gandeng Krisna Bali, Wamen Viva Yoga Buka Jalan UMKM Mesuji Tembus Pasar Ritel
Panen Raya Padi di Telang,...
Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Kementrans Gandeng Unpad...
Kementrans Gandeng Unpad Dorong Industrialisasi Ubi Jalar di Kawasan Transmigrasi
Menuju Penghentian Total...
Menuju Penghentian Total Open Dumping, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Rekomendasi
Dengarkan Keterangan...
Dengarkan Keterangan Ahli Polda Metro Jaya, Roy Suryo Optimistis Praperadilannya Dikabulkan
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Berita Terkini
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved