Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Klaim Efek ke Ekonomi Minim
Rabu, 21 Januari 2026 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi ketersediaan valuta asing, Purbaya memastikan bahwa pasokan dolar AS di pasar domestik masih mencukupi. “Jadi harusnya kalau lihat dari sisi supply dolar harusnya enggak kekurangan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memberikan imbauan tegas kepada para pelaku pasar agar tidak melakukan spekulasi yang berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang cenderung menjauhi nilai fundamentalnya.
“Jadi untuk yang spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long,” tegas Purbaya.
Bagi para pelaku usaha, khususnya importir, Menkeu menilai tingkat pelemahan saat ini masih berada dalam ambang batas yang dapat dikelola. Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
“Ini berapa persen Rupiah melemah dibanding sebelumnya? Year to date berapa? 2-3 persen. Anda importir ada kenaikan 2-3 persen, masih bisa dikendalikan enggak? Saya pikir sih masih bisa,” ujarnya.
Mengenai dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama subsidi energi, Purbaya memastikan posisi fiskal masih aman karena kenaikan nilai tukar diimbangi oleh harga minyak dunia yang masih berada di bawah asumsi makro.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memberikan imbauan tegas kepada para pelaku pasar agar tidak melakukan spekulasi yang berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang cenderung menjauhi nilai fundamentalnya.
“Jadi untuk yang spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long,” tegas Purbaya.
Bagi para pelaku usaha, khususnya importir, Menkeu menilai tingkat pelemahan saat ini masih berada dalam ambang batas yang dapat dikelola. Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
“Ini berapa persen Rupiah melemah dibanding sebelumnya? Year to date berapa? 2-3 persen. Anda importir ada kenaikan 2-3 persen, masih bisa dikendalikan enggak? Saya pikir sih masih bisa,” ujarnya.
Mengenai dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama subsidi energi, Purbaya memastikan posisi fiskal masih aman karena kenaikan nilai tukar diimbangi oleh harga minyak dunia yang masih berada di bawah asumsi makro.
Lihat Juga :