Rupiah Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan BI Bakal Berisiko
Rabu, 21 Januari 2026 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Josua melihat Purchasing Managers’ Index (PMI) industri pengolahan masih berada di zona ekspansi, tingkat keyakinan konsumen tetap tinggi, serta penjualan eceran masih mencatatkan pertumbuhan secara tahunan. S&P Global melaporkan PMI manufaktur Indonesia berada di level ekspansi 53,3 pada November 2025, setelah mencapai 51,2 pada Oktober 2025, menandai pertumbuhan empat bulan berturut-turut.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Josua menilai peluang penurunan BI-Rate pada RDG Januari secara teori tetap ada, namun relatif kecil selama tekanan terhadap rupiah belum mereda. Menurutnya ruang pelonggaran kebijakan moneter akan lebih realistis ketika stabilitas nilai tukar kembali terjaga, arus modal membaik, serta arah inflasi semakin jelas terkendali.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
"Pemangkasan BI-Rate secara teori tetap mungkin, tetapi peluangnya kecil ketika rupiah masih rapuh. Ruang pemangkasan biasanya baru lebih realistis ketika tekanan kurs mereda, arus dana kembali membaik, dan arah inflasi semakin jelas terkendali," kata Josua.
Sejalan dengan pola kebijakan BI selama ini, Josua memperkirakan peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka paling cepat pada akhir kuartal II 2026 atau awal semester II 2026, seiring dengan membaiknya kondisi eksternal dan stabilitas pasar keuangan domestik.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Josua menilai peluang penurunan BI-Rate pada RDG Januari secara teori tetap ada, namun relatif kecil selama tekanan terhadap rupiah belum mereda. Menurutnya ruang pelonggaran kebijakan moneter akan lebih realistis ketika stabilitas nilai tukar kembali terjaga, arus modal membaik, serta arah inflasi semakin jelas terkendali.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Ambruk ke Rp16.956 per Dolar AS, Terburuk sejak 1998
"Pemangkasan BI-Rate secara teori tetap mungkin, tetapi peluangnya kecil ketika rupiah masih rapuh. Ruang pemangkasan biasanya baru lebih realistis ketika tekanan kurs mereda, arus dana kembali membaik, dan arah inflasi semakin jelas terkendali," kata Josua.
Sejalan dengan pola kebijakan BI selama ini, Josua memperkirakan peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka paling cepat pada akhir kuartal II 2026 atau awal semester II 2026, seiring dengan membaiknya kondisi eksternal dan stabilitas pasar keuangan domestik.
(akr)
Lihat Juga :