Melebur G7 Bersama BRICS untuk Melawan Fragmentasi Dunia

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:06 WIB
loading...
Melebur G7 Bersama BRICS...
Prancis mendorong kelompok negara-negara maju dalam G7 untuk membangun kerja sama yang lebih erat bersama BRICS, menghadapi peningkatan fragmentasi global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Prancis mendorong kelompok negara- negara maju dalam G7 untuk membangun kerja sama yang lebih erat bersama BRICS , menghadapi peningkatan fragmentasi global. Hal ini disampaikan Presiden Emmanuel Macron saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos.

Sejak bulan Januari, Prancis mengambil alih kepresidenan bergilir G7. Berbicara tentang agenda kelompok negara maju tersebut, Macron mengatakan, Paris ingin mengembalikan kerja sama yang efektif di dalam G7 sekaligus mengembangkan hubungan dengan dunia yang lebih luas.

Baca Juga: 20 Tahun BRICS Terbentuk, India Bakal Memperkuat Pengaruhnya

Salah satu tujuannya adalah “membangun jembatan dan kerja sama dengan negara-negara berkembang, BRICS, dan G20,” ujarnya.



Didirikan pada tahun 2006, BRICS adalah kumpulan negara-negara berkembang yang menyumbang lebih dari seperempat ekonomi global dan hampir setengah dari populasi dunia. Saat ini anggota BRICS mencapai sepuluh negara yakni Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.

"Fragmenisasi dunia tidak akan masuk akal,” kata Macron, sembari menambahkan bahwa sudah saatnya bagi kekuatan besar untuk menunjukkan bahwa mereka masih mampu menghasilkan penilaian bersama tentang ekonomi global dan “berkomitmen pada tindakan nyata.”

Baca Juga: Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS?

Pada awal bulan ini, Macron sempat menyampaikan sentimen serupa dalam pidato tahunan kepada duta besar Prancis menjelang kunjungannya ke India pada Februari, yang akan menjabat sebagai presidensi BRICS tahun ini. "G7 seharusnya bukan klub anti-China atau klub anti-BRICS," kata Macron saat itu.

Namun Ia juga melayangkan kritik kepada Beijing karena tidak membuka pasarnya setara dengan level Uni Eropa dan karena barang China membanjiri Eropa dibandingkan investasi atau teknologi. Ia juga menyerukan kepada Uni Eropa untuk "memperkuat instrumen pertahanan perdagangan" dalam konteks "meningkatnya perdagangan dan kelebihan kapasitas di Asia."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved