Waduh! Produk Impor Eropa Berlabel POF Banyak Beredar, Kampanye Hitam Sawit RI?

Rabu, 16 September 2020 - 22:00 WIB
loading...
Waduh! Produk Impor...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Palm Oil Free (POF) atau Tanpa Mengandung Minyak Sawit merupakan label yang dicantumkan pada sebuah produk baik makanan maupun obat obatan, kini produk dengan Label POF sudah banyak beredar di Indonesia terutama untuk produk impor.

Pencantuman label POF pada sebuah produk makanan dan obat obatan bisa mengancam pasar sawit dan termasuk ke dalam kampanye hitam untuk melawan produk sawit. Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan kebanyakan produk dengan label POF memang produk impor terutama dari Eropa.

Dia pun tidak mengetahui secara detail apakah pencantuman label tersebut merupakan inisiatif Uni Eropa atau memang dari pihak lain. Yang jelas pencantuman POF ini bisa merusak keberlangsungan pasar sawit terutama untuk Indonesia karena Indonesia memang dikenal sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

"Jika pencantuman label POF ini diteruskan maka akan berdampak negatif pada masa depan sawit Indonesia dan kebijakan tersebut tidak boleh dibiarkan," katanya dalam webinar di Jakarta, Rabu (16/9/2020). (Baca juga: Dekati Perusahaan Amerika, Menteri Erick Ingin Tekan Impor LPG )

Terkait dengan pencantuman label POF pada produk makanan dan obat obatan, Kementerian Luar Negeri akan terus memantau perkembangannya dan berkoordinasi dengan Malaysia. Jika dinilai sudah membahayakan maka Indonesia akan mengambil sikap dan menuliskan surat protes ke WTO.

“Pemerintah tidak akan tinggal diam dan terus memantau perkembangan tentang sawit Indonesia dan segala bentuk kampanye hitam yang dibuat,” ujar dia.

Menurutnya banyak pihak yang iri dengan sawit Indonesia sehingga mencari cara agar sawit ditolak karena sawit Indonesia memang kualitasnya baik dan banyak manfaatnya. (Baca juga: WTO Putuskan AS Bersalah dalam Perang Dagang, Washington Ngamuk )

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun menambahkan, organisasi dunia baik WHO maupun WTO seharusnya bersikap lebih fair dan tidak berpihak kepada satu negara.

Jika memang sawit Indonesia ditolak di Eropa maka cukup Eropa saja yang bertindak, sebaliknya sikap WHO dan WTO berada di tengah dan lebih adil justru harus memberikan solusi. "Kami selalu siap mendukung pemerintah dan berada di garda terdepan untuk membelanya,” ujar dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
ISEI Riau Prakarsai...
ISEI Riau Prakarsai Reformulasi DBH Sawit dan Evaluasi Peran BPDP
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Jawab Tantangan Industri Sawit Global dari Inovasi hingga Digitalisasi
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital
Potensi Besar Industri...
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved