WTO Putuskan AS Bersalah dalam Perang Dagang, Washington Ngamuk

Rabu, 16 September 2020 - 10:36 WIB
loading...
WTO Putuskan AS Bersalah...
WTO memutus AS bersalah mengenakan tarif di atas tarif maksimum yang disepakati terhadap China dalam perang dagang antara kedua negara. Foto/Ilustrasi
A A A
JENEWA - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Selasa (15/9) lalu memutuskan Amerika Serikat (AS) melanggar aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif miliaran dolar dalam perang dagang versus China. Tak pelak, keputusan itu memicu kemarahan dari Washington.

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan dua tahun lalu pada lebih dari USD200 miliar barang-barang asal China bisa dibenarkan. Alasannya, Negeri Panda itu dituding telah mencuri kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan AS untuk mentransfer teknologi demi mendapat akses ke pasar China.

(Baca Juga: Perang Dagang Amerika-China Dinilai Untungkan Industri Manufaktur Dalam Negeri)

Akan tetapi panel beranggotakan tiga orang yang dibentuk WTO menyatakan bea masuk AS melanggar aturan perdagangan, karena hanya berlaku untuk China. Selain itu, tarif yang dikenakan di atas tarif maksimum yang disepakati oleh Amerika Serikat. Washington juga dinilai tidak cukup menjelaskan mengapa tindakannya merupakan pengecualian yang bisa dibenarkan.

Keputusan WTO tersebut langsung ditanggapi keras oleh pemerintahan Trump. "Laporan panel ini menegaskan apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun: WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer yang dikutip Reuters, Rabu (16/9/2020).

Sementara, Kementerian Perdagangan China menyatakan Beijing mendukung sistem perdagangan multilateral dan menghormati aturan dan putusan WTO. China juga berharap Washington akan melakukan hal yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved