Pendanaan Bank ke Pinjol Tembus Rp60 Triliun, Ekonom Sebut Imbal Hasil Lebih Menarik
Jum'at, 23 Januari 2026 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kondisi tersebut, Huda meyakini prospek bisnis fintech pembiayaan pada 2026 akan tetap berada dalam tren positif. Optimisme ini muncul di tengah data kredit perbankan yang mengalami koreksi negatif, terutama pada penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM.
Baca Juga: BI hingga OJK Temui Purbaya, Ini yang Dibahas
Sementara itu, data OJK menunjukkan outstanding pendanaan pindar mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025 atau tumbuh 24 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan di segmen ekonomi mikro.
Huda menambahkan segmentasi debitur pindar banyak menyasar pelaku ekonomi mikro, termasuk UMKM, serta melibatkan lender nonperbankan. "Salah satu faktornya tadi ada credit gap. Jadi permintaannya (pindar) tetap tinggi dan sisi lain perbankan itu tidak bisa catch up karena berbagai faktor termasuk administrasi," ujarnya.
Baca Juga: BI hingga OJK Temui Purbaya, Ini yang Dibahas
Sementara itu, data OJK menunjukkan outstanding pendanaan pindar mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025 atau tumbuh 24 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan di segmen ekonomi mikro.
Huda menambahkan segmentasi debitur pindar banyak menyasar pelaku ekonomi mikro, termasuk UMKM, serta melibatkan lender nonperbankan. "Salah satu faktornya tadi ada credit gap. Jadi permintaannya (pindar) tetap tinggi dan sisi lain perbankan itu tidak bisa catch up karena berbagai faktor termasuk administrasi," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :